Cara Hitung THR Karyawan Swasta Sesuai Masa Kerja, Bukan Asal Gaji Sebulan

THR karyawan swasta dihitung proporsional sesuai masa kerja, bukan sama rata. Ini rumusnya, komponen upah yang masuk hitungan, dan contoh perhitungannya.

Cara Hitung THR Karyawan Swasta Sesuai Masa Kerja, Bukan Asal Gaji Sebulan

THR itu hak, bukan bonus

Banyak karyawan menganggap THR sebagai pemberian perusahaan yang besarnya terserah kebijakan kantor. Anggapan itu keliru. Tunjangan hari raya keagamaan wajib dibayar oleh pengusaha kepada pekerja yang sudah bekerja minimal satu bulan, dan aturan perhitungannya sudah ditetapkan.

Dasar utamanya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang THR keagamaan bagi pekerja di perusahaan. Aturan ini menjelaskan siapa yang berhak, berapa besarannya, dan kapan harus dibayar.

Kapan THR wajib dibayar

Pengusaha wajib membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Kalau kamu menerima THR melewati batas itu, kelambatan tersebut sudah masuk kategori pelanggaran, dan ada sanksi administratif untuk perusahaan.

THR yang dibayar dicicil dalam beberapa tahap juga bukan hal yang wajar menurut aturan, meskipun sering terjadi di lapangan. Kalau perusahaanmu melakukannya, simpan bukti pembayarannya secara rapi.

Rumus THR: dua kelompok masa kerja

  • Masa kerja 12 bulan atau lebih: THR sebesar satu kali upah bulanan.
  • Masa kerja 1 bulan sampai kurang dari 12 bulan: THR dihitung proporsional, yaitu masa kerja dibagi 12, lalu dikali satu bulan upah.

Jadi kalau kamu baru masuk lima bulan, THR-mu bukan satu gaji penuh, tapi tetap ada. Perusahaan tidak boleh menolak dengan alasan kamu belum setahun bekerja.

Apa saja yang masuk hitungan upah

Yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap. Tunjangan tetap adalah tunjangan yang dibayarkan setiap bulan tanpa bergantung kehadiran, misalnya tunjangan jabatan atau tunjangan keluarga.

Sementara itu, tunjangan tidak tetap seperti uang makan dan uang transport yang dihitung berdasarkan hari kehadiran umumnya tidak dimasukkan. Karena itu, angka THR sering lebih kecil dari take home pay yang biasa kamu terima. Itu bukan berarti perusahaan memotong hakmu.

Contoh 1: masa kerja sudah lebih dari setahun

Andi sudah bekerja tiga tahun. Gaji pokoknya Rp5.000.000 dengan tunjangan jabatan Rp500.000. Upah bulanan yang dihitung adalah Rp5.500.000. Karena masa kerjanya di atas 12 bulan, THR Andi Rp5.500.000.

Tunjangan transport Rp600.000 yang ia terima tiap bulan karena selalu masuk kerja tidak menambah nilai THR-nya, sesuai penjelasan di bagian sebelumnya.

Contoh 2: karyawan baru, masa kerja lima bulan

Rina mulai bekerja lima bulan sebelum hari raya. Gaji pokoknya Rp4.500.000 dan tunjangan tetap Rp500.000, sehingga upah bulanannya Rp5.000.000.

Perhitungannya: 5 dibagi 12, lalu dikali Rp5.000.000, hasilnya sekitar Rp2.083.000. Angka ini bisa dibulatkan sesuai kebijakan perusahaan, tapi tidak boleh dibulatkan ke bawah sampai jauh di bawah hasil perhitungan.

Contoh 3: pekerja harian lepas

Untuk pekerja harian, upah sebulan dihitung dari upah sehari dikalikan rata-rata jumlah hari kerja per bulan selama masa kerja, biasanya dihitung dari total hari kerja dalam setahun terakhir dibagi dua belas.

Kalau kamu pekerja harian dan bingung dengan angka yang muncul di slip THR-mu, minta bagian personalia menunjukkan dasar perhitungannya. Perusahaan sebaiknya bisa menjelaskan angka itu dengan rinci.

Kasus yang paling sering jadi perselisihan

  • THR dianggap bonus sehingga besarnya ditentukan sepihak tanpa dasar perhitungan.
  • THR karyawan kontrak atau outsourced tidak dibayar dengan alasan bukan karyawan tetap. Padahal yang menentukan hak THR adalah status pekerja dan masa kerja, bukan jenis kontraknya.
  • THR dipotong untuk menutup pinjaman karyawan tanpa persetujuan tertulis.
  • Karyawan yang resign sebelum hari raya dianggap tidak berhak, padahal kalau masa kerjanya sudah memenuhi syarat dan ia masih bekerja saat kewajiban THR jatuh, haknya tetap ada.

Peserta magang dapat THR?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul di awal tahun. Peserta magang atau internship umumnya bukan berstatus pekerja atau buruh, karena hubungannya adalah program pemagangan, bukan hubungan kerja. Karena itu, hak THR tidak otomatis melekat padanya.

Meskipun begitu, banyak perusahaan memberikan uang hari raya untuk peserta magang sebagai kebijakan internal. Kalau itu yang kamu terima, sifatnya kebijakan perusahaan, bukan kewajiban yang bisa dituntut dengan dasar aturan THR.

Kalau THR tidak dibayar atau telat, ke mana mengadu

Langkah pertama, tanyakan langsung ke bagian personalia secara tertulis dan minta penjelasan jadwal pembayaran. Kalau tidak ada kejelasan, kamu bisa melapor ke Dinas Tenaga Kerja setempat atau memanfaatkan posko pengaduan THR yang dibuka Kementerian Ketenagakerjaan menjelang hari raya.

Untuk laporan, siapkan salinan kontrak kerja, slip gaji beberapa bulan terakhir, dan bukti komunikasi dengan perusahaan. Semakin lengkap dokumenmu, semakin cepat laporan bisa ditindaklanjuti.

Yang sebaiknya kamu simpan tiap tahun

Simpan slip gaji minimal tiga bulan terakhir, salinan kontrak kerja, dan bukti transfer THR dari tahun sebelumnya. Dengan dokumen itu, kamu bisa menghitung sendiri apakah THR tahun ini sesuai, dan tidak perlu menebak-nebak ketika angkanya terasa aneh.