Golongan PPPK I sampai XVII bukan pengganti golongan PNS I/a sampai IV/e. Ini perbandingan gaji pokok, komponen tunjangan, dan jaminan purna tugas dua jalur ASN ini sebelum kamu memilih formasi.

Pertanyaan "gaji PPPK golongan III berapa?" sering dijawab dengan menyandingkannya ke gaji PNS golongan III. Padahal sistem golongan keduanya berbeda, dan perbandingan seperti itu menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Banyak orang menyimpulkan gaji PPPK lebih rendah dari PNS, padahal yang dibandingkan bukan benda yang setara.
PNS memakai ruang golongan I/a sampai IV/e, 17 tingkatan yang ditentukan oleh pendidikan dan masa kerja, lalu naik lewat kenaikan pangkat. Golongan ini jadi dasar gaji pokok, tunjangan jabatan, sampai hitungan pensiun.
PPPK juga memakai 17 golongan, tapi penomorannya berbeda: golongan I sampai XVII, dengan masa kerja golongan paling lama 33 tahun. Dasar penggajiannya Perpres 11 Tahun 2024, yang mengubah Perpres 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.
Coba lihat angkanya. PPPK golongan I masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp1.938.500, sementara golongan XVII masa kerja 0 tahun Rp4.462.500. Di sisi lain, gaji pokok PNS menurut PP 5 Tahun 2024 bergerak dari Rp1.685.700 di I/a sampai Rp6.373.200 di IV/e. Jadi angka PPPK golongan III yang berkisar Rp2.206.500 sampai Rp3.201.200 justru berada di bawah gaji pokok PNS III/a yang mulai Rp2.785.700.
Penyebabnya, skala golongan PPPK mengikuti kualifikasi jabatan dan masa kerja golongan, bukan level yang sama dengan golongan PNS. Saat ada artikel yang menyandingkan "golongan III PPPK lawan golongan III PNS", keduanya sedang mendekatkan dua skala yang tidak sekelas. Kalau kamu pelamar sarjana yang mengejar formasi PPPK guru atau tenaga kesehatan, golongan yang kamu peroleh ditentukan dari kualifikasi formasi dan pengalaman, dan biasanya ada di kelompok menengah ke atas skala PPPK.
Satu catatan kecil yang jarang disebut: selama belum ada peraturan baru yang menggantikan PP 5 Tahun 2024, angka gaji pokok PNS yang berlaku masih mengacu pada penyesuaian tahun 2024, meskipun wacana kenaikan terus muncul di pemberitaan.
Dua jalur ASN ini memberi tunjangan keluarga dengan pola yang sama: tunjangan suami atau istri sebesar 10 persen dari gaji pokok, dan tunjangan anak 2 persen per anak dengan batas jumlah yang diakui. Tunjangan pangan juga ada di keduanya dalam bentuk beras, dihitung per jiwa per bulan dan biasa diuangkan.
Bedanya di komponen penghasilan tambahan. PNS di instansi pusat menerima tunjangan kinerja yang besarannya diatur perpres per instansi, sedangkan PNS daerah menerima tambahan penghasilan pegawai yang ditetapkan lewat peraturan kepala daerah. Selisih komponen ini bisa jauh lebih besar daripada selisih gaji pokoknya, dan itu dibahas di artikel tentang perbedaan tunjangan kinerja antar instansi.
PPPK tidak memakai skema tukin. Komponen tunjangan yang diatur untuk PPPK meliputi tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan struktural dan fungsional. Karena itu slip gaji PPPK biasanya lebih tipis komponennya, dan angka akhirnya lebih dekat ke gaji pokok ditambah tunjangan tetap.
Bagian ini sering diabaikan saat orang membandingkan angka bulanan. PNS dipotong iuran pensiun tiap bulan dan berhak atas uang pensiun bulanan plus tabungan hari tua ketika berhenti. Batas usia pensiunnya umumnya 58 tahun, dan lebih tinggi untuk jabatan tertentu.
PPPK tidak otomatis mendapat uang pensiun seperti PNS. Yang dijamin aturan adalah perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian. Untuk dana purna tugas, ada program tabungan pensiun atau anuitas yang bisa diikuti PPPK secara opsional. Dihitung selama puluhan tahun bekerja, selisih komponen ini jauh melampaui selisih gaji pokok beberapa ratus ribu rupiah per bulan.
PNS diangkat sampai batas usia pensiun selama tidak ada pelanggaran berat. PPPK bekerja lewat perjanjian kerja dengan jangka waktu yang diperpanjang berkala, bergantung kebutuhan instansi dan penilaian kinerja.
Sebagian orang tetap memilih PPPK karena formasi yang dibuka jauh lebih banyak dan penempatannya lebih cepat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Kalau tujuanmu kepastian jangka sangat panjang plus uang pensiun, jalur PNS masih lebih aman. Kalau kamu ingin segera bekerja sebagai ASN di jabatan fungsional sambil menyiapkan dana masa tua sendiri, PPPK tetap masuk akal. Perbandingan yang lebih luas ada di CPNS vs PPPK: mana yang cocok untukmu.
Gaji pokok memang paling enak dilihat di tabel, tapi yang menentukan kenyamananmu sepuluh tahun ke depan adalah komponen tambahan penghasilan dan jaminan purna tugasnya. Dua hal itu yang paling berbeda antara PNS dan PPPK, sekaligus dua hal yang paling jarang muncul di perbandingan singkat di media sosial.