Gaji Tenaga Kesehatan PPPK 2026: Rincian Gaji Pokok dan Tunjangan

Rincian gaji tenaga kesehatan PPPK 2026 dari golongan I sampai IX, plus tunjangan yang biasanya ikut dibayar. Ada juga skema kenaikan gaji berkala.

Gaji Tenaga Kesehatan PPPK 2026: Rincian Gaji Pokok dan Tunjangan

Siapa yang masuk tenaga kesehatan PPPK

Tenaga kesehatan PPPK mencakup cukup banyak profesi: dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, radiografer, dan lain-lain. Yang membedakan besaran gaji bukan nama profesinya, tapi golongan jabatannya. Golongan ini ditentukan oleh kualifikasi pendidikan dan jenis jabatan, apakah masuk rumpun terampil atau ahli.

Secara umum jabatan nakes PPPK dibagi dua rumpun. Rumpun terampil untuk lulusan D3 dan D4 tertentu, dan rumpun ahli untuk lulusan S1, profesi, S2, dan spesialis. Masing-masing rumpun punya golongan sendiri.

Rincian gaji pokok per golongan

Berikut gambaran gaji pokok tenaga kesehatan PPPK berdasarkan golongan. Angka ini mengikuti pola gaji PPPK yang berlaku dan naik setiap kenaikan golongan.

Golongan I untuk jabatan terampil pemula, sekitar Rp1,9 juta sampai Rp2,9 juta. Golongan II untuk terampil tingkat lanjut, sekitar Rp2,1 juta sampai Rp3,2 juta. Golongan III untuk terampil penyelia, sekitar Rp2,3 juta sampai Rp3,5 juta. Golongan IV untuk terampil ahli, sekitar Rp2,4 juta sampai Rp3,9 juta.

Golongan V untuk ahli pertama, sekitar Rp2,5 juta sampai Rp4,1 juta. Golongan VI untuk ahli muda, sekitar Rp2,9 juta sampai Rp4,8 juta. Golongan VII untuk ahli madya, sekitar Rp3,2 juta sampai Rp5,4 juta. Golongan VIII untuk ahli utama, sekitar Rp3,6 juta sampai Rp6,1 juta. Ada juga golongan IX untuk jabatan puncak tertentu, sekitar Rp4,2 juta sampai Rp7,1 juta.

Angka pastinya bisa berbeda tergantung peraturan gaji terbaru yang berlaku. Yang perlu kamu ingat, rentang ini menunjukkan dua hal: gaji awal dan gaji tertinggi di golongan itu. Kenaikan dari gaji awal ke gaji tertinggi terjadi lewat kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat.

Tunjangan yang biasanya ikut dibayar

Gaji pokok bukan satu-satunya penghasilan. Ada beberapa tunjangan yang umumnya menempel pada nakes PPPK.

Tunjangan jabatan atau tunjangan fungsional, besarnya tergantung jabatan yang diemban. Untuk tenaga kesehatan, tunjangan fungsional ini bisa cukup besar, apalagi untuk jabatan fungsional kesehatan tertentu. Tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan, yang diberikan kalau kamu memenuhi target kinerja dan besarnya beda antar instansi. Tunjangan beras dan tunjangan keluarga, termasuk tunjangan suami atau istri dan tunjangan anak, dengan syarat sudah diangkat jadi PPPK dan sudah melaporkan data keluarganya.

Ada juga tunjangan khusus untuk nakes yang bertugas di daerah tertentu. Tenaga kesehatan yang ditempatkan di daerah terpencil, perbatasan, atau daerah dengan kekurangan tenaga kesehatan biasanya mendapat tambahan insentif. Besarannya bervariasi dan diatur instansi atau pemerintah daerah.

Kenapa gaji nakes PPPK bisa beda antar instansi

Dua orang dengan golongan sama bisa menerima total penghasilan berbeda. Penyebabnya biasanya di tunjangan kinerja dan tambahan penghasilan. Kementerian atau pemda dengan anggaran lebih besar biasanya memberi tambahan lebih tinggi. Selain itu, ada juga nakes PPPK yang mendapat insentif dari program kesehatan nasional, dan ini tidak dihitung sebagai gaji pokok.

Kalau kamu melamar formasi nakes PPPK, jangan cuma lihat gaji pokok di pengumuman. Cari tahu juga tunjangan apa yang diberikan instansi itu, karena selisihnya bisa signifikan.

Kenaikan gaji berkala nakes PPPK

PPPK juga mendapat kenaikan gaji berkala, biasanya setiap dua tahun kalau memenuhi syarat. Syaratnya antara lain masa kerja sudah cukup, nilai kinerja minimal baik, dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin. Kenaikan gaji berkala ini berbeda dari kenaikan pangkat, yang biasanya butuh waktu lebih lama dan penilaian lebih ketat.

Jadi kalau kamu menghitung proyeksi penghasilan jangka panjang, jangan pakai angka gaji pokok awal saja. Tambahkan kenaikan berkala dua tahunan dan kenaikan pangkat. Untuk nakes dengan jabatan fungsional yang aktif, kenaikan pangkat bisa lebih cepat daripada jabatan struktural.