Rincian Potongan Gaji PNS: IWP, BPJS, dan PPh 21

Gaji PNS tidak dibayar penuh karena ada potongan wajib. Kenali IWP, iuran BPJS Kesehatan, dan PPh 21 supaya tahu berapa yang benar-benar masuk rekening.

Rincian Potongan Gaji PNS: IWP, BPJS, dan PPh 21

Kenapa gaji yang masuk rekening lebih kecil dari perhitungan

Gaji pokok dan tunjangan yang tertulis di slip tidak sama dengan jumlah yang masuk rekening. Ada beberapa potongan yang diambil langsung dari penghasilanmu, dan tiga yang paling besar adalah IWP, iuran BPJS Kesehatan, serta PPh 21.

Mengetahui komposisi potongan ini berguna saat menyusun anggaran bulanan, atau saat membandingkan pindah instansi dengan tunjangan kinerja yang berbeda.

IWP: iuran wajib pegawai 10 persen

IWP atau iuran wajib pegawai dipotong dari penghasilan dengan besaran 10 persen dari gaji pokok. Potongan ini terbagi untuk dua program, yaitu iuran pensiun dan tabungan hari tua atau THT. Porsi terbesar masuk ke iuran pensiun, sisanya ke THT.

Karena dasar perhitungannya gaji pokok, nilai IWP naik setiap kali kamu naik golongan atau naik gaji berkala. Untuk pegawai yang mendekati masa pensiun, potongan iuran pensiun berhenti sesuai ketentuan, sementara THT tetap berjalan sampai batas masa kerja tertentu.

Kalau ingin memperkirakan total iuran sepanjang karier, kalikan saja 10 persen gaji pokok dengan masa kerja. Angka ini penting karena memengaruhi besaran pensiun bulanan yang kamu terima nanti.

BPJS Kesehatan: berapa yang dipotong dari pegawai

Iuran Jaminan Kesehatan untuk ASN dihitung 5 persen dari gaji pokok dan tunjangan tetap yang diterima setiap bulan. Dari angka itu, sebagian besar ditanggung pemerintah sebagai pemberi kerja, dan hanya 1 persen yang dipotong dari gaji pegawai.

Karena dasarnya mencakup tunjangan tetap, iuran BPJS bisa lebih besar daripada hitungan 1 persen gaji pokok saja. Kenaikan tunjangan tetap otomatis menaikkan nilainya.

Jaminan ini berlaku untuk pegawai, suami atau istri, dan maksimal tiga anak. Kalau jumlah tanggungan lebih dari ketentuan, kelebihan anggota keluarga diurus sebagai peserta sendiri, bukan otomatis ditanggung.

Perlu dicatat, pegawai yang baru diangkat sebagai CPNS juga sudah dipotong iuran ini, walaupun gaji yang diterima masih 80 persen dari gaji pokok.

PPh 21: potongan pajak yang tergantung penghasilan

PPh 21 dipotong setiap bulan dari penghasilan kena pajak, bukan hanya dari gaji pokok. Dasar perhitungannya mencakup penghasilan tetap, tunjangan, dan beberapa komponen lain setelah dikurangi pengurang seperti biaya jabatan dan iuran yang dibayar sendiri oleh pegawai.

Dengan tarif efektif bulanan, pemotongan PPh 21 memakai persentase tertentu sesuai rentang penghasilan, tanpa perlu menghitung PPh setahun penuh di setiap bulan. Penghitungan tahunan tetap dilakukan di akhir tahun, dan hasilnya bisa memunculkan lebih bayar atau kurang bayar.

Pegawai dengan penghasilan di bawah batas penghasilan tidak kena pajak tidak dipotong PPh 21. Karena itu, tidak semua PNS punya potongan pajak di slip gajinya, terutama golongan terendah dengan masa kerja nol.

Potongan lain yang muncul di slip

Selain tiga potongan wajib di atas, slip gaji PNS sering memuat potongan sukarela. Contohnya iuran koperasi, simpanan atau arisan, zakat yang dipotong lewat bendahara, cicilan bank, dan iuran organisasi. Jenis potongan ini bergantung pada keputusan pegawai, jadi besarnya berbeda untuk setiap orang.

Untuk memastikan tidak ada potongan yang salah, bandingkan slip bulan ini dengan bulan sebelumnya. Lonjakan yang tidak dijelaskan biasanya berasal dari cicilan kredit atau iuran yang berubah, bukan dari kesalahan perhitungan gaji.

Urutan memeriksa potongan di slip

Mulai dari yang wajib dan jumlahnya paling pasti: IWP, lalu BPJS, lalu PPh 21 yang berubah mengikuti penghasilan. Setelah tiga itu, baru cek potongan sukarela. Urutan ini membantu kalau kamu mencoba mencocokkan slip gaji dengan hitungan sendiri.

Cara menghitung take home pay sederhana

Ambil total penghasilan bruto, yaitu gaji pokok ditambah tunjangan yang kamu terima bulan itu. Kurangi IWP, iuran BPJS Kesehatan yang dipotong dari pegawai, dan PPh 21. Sisanya adalah penghasilan bersih sebelum potongan sukarela.

Kalau kamu menerima tunjangan kinerja, ingat bahwa nilainya berbeda antar instansi dan dibayarkan setelah penilaian kinerja. Jangan jadikan tunjangan itu patokan tetap saat menghitung cicilan bulanan, karena nominalnya bisa berubah.

Contoh anggaran sederhana untuk CPNS baru

Anggap kamu baru diangkat dan menerima 80 persen dari gaji pokok golongan terendah, tanpa tunjangan kinerja. Potongan yang muncul biasanya hanya IWP dan iuran BPJS Kesehatan, karena penghasilanmu masih di bawah batas kena pajak. Dari angka bersih itu, sisihkan minimal 10 persen untuk dana darurat sebelum dialokasikan ke kebutuhan lain.

Begitu gaji dibayar penuh dan tunjangan kinerja mulai masuk, potongan PPh 21 ikut muncul. Di tahap ini banyak pegawai baru kaget karena take home pay tidak naik sebanyak perkiraan. Menghitung potongan sejak awal membuat penyesuaiannya jauh lebih mudah.