Soal TIU Berhitung Cepat: Trik Pecahan, Persen, dan Akar Tanpa Kalkulator
Soal berhitung di TIU bisa selesai di bawah satu menit kalau kamu kenal beberapa bentuk pecahan dan kuadrat angka. Ini trik yang paling sering kepakai.

Bukan soal hafal rumus
Bagian numerik TIU menguji empat hal: berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita. Dari keempatnya, berhitung paling cepat dikerjakan kalau kamu kenal pola bilangannya. Soalnya jarang minta hitungan panjang, tapi sering memakai angka yang bentuknya tidak nyaman, seperti 12,5 persen atau 65 kuadrat.
TIU sendiri berisi 35 soal dengan nilai maksimal 175 dan ambang batas 80. Artinya kamu butuh minimal 16 soal benar dari subtes ini. Menambah kecepatan di soal berhitung memberi waktu lebih untuk soal cerita yang bacaannya panjang.
1. Ubah persen jadi pecahan yang kamu kenal
Hitung cepat datang dari bentuk pecahan, bukan dari perkalian desimal. Beberapa yang paling sering muncul: 25 persen sama dengan 1/4, 20 persen sama dengan 1/5, 10 persen sama dengan 1/10, 12,5 persen sama dengan 1/8, dan 75 persen sama dengan 3/4.
Contoh. Harga sebuah tas 320 ribu dan sedang diskon 12,5 persen. Berapa harga akhirnya? Karena 12,5 persen adalah 1/8, potongannya 40 ribu, jadi harga akhir 280 ribu. Tidak perlu menghitung 0,125 dikali 320.000.
Untuk persen yang tidak bulat, pecah jadi dua bagian. 15 persen dari 240 sama dengan 10 persen (24) ditambah 5 persen (12), hasilnya 36. Cara yang sama berlaku untuk 17 persen, 35 persen, atau angka ganjil lain.
2. Kuadrat angka berakhiran 5
Angka berakhiran 5 punya pola tetap. Ambil angka di depan 5, kalikan dengan angka berikutnya, lalu tempel 25 di belakangnya.
35 kuadrat: 3 dikali 4 hasilnya 12, jadi 1.225. 65 kuadrat: 6 dikali 7 hasilnya 42, jadi 4.225. 85 kuadrat: 8 dikali 9 hasilnya 72, jadi 7.225. Pola ini juga jalan untuk angka ratusan, misalnya 105 kuadrat: 10 dikali 11 sama dengan 110, jadi 11.025.
3. Menaksir akar kuadrat
Soal akar kuadrat hampir selalu memakai bilangan kuadrat sempurna, jadi kamu bisa menaksir dulu rentangnya. Akar dari 1.521 pasti ada di antara 30 (900) dan 40 (1.600). Karena angka terakhirnya 1, kandidatnya 39 atau 31. Nilai 31 kuadrat adalah 961, jauh di bawah 1.521, jadi jawabannya 39.
Coba lagi dengan 2.209. Rentangnya antara 40 (1.600) dan 50 (2.500). Angka terakhir 9 berarti kandidatnya 43 atau 47. Nilai 43 kuadrat 1.849, sedangkan 47 kuadrat 2.209. Jawabannya 47. Dua langkah ini biasanya lebih cepat daripada mencoba menebak satu per satu.
4. Bagi dengan 5 dan 25
Membagi dengan 5 sama hasilnya dengan mengalikan 2 lalu membagi 10. Jadi 345 dibagi 5 sama dengan 690 dibagi 10, hasilnya 69. Untuk pembagian dengan 25, kalikan 4 lalu bagi 100. Contoh, 1.200 dibagi 25 sama dengan 4.800 dibagi 100, hasilnya 48.
5. Jumlahkan pecahan beda penyebut
Samakan penyebut dengan KPK, bukan dengan mengalikan kedua penyebut. Untuk 3/4 ditambah 5/6, KPK dari 4 dan 6 adalah 12, sehingga jadi 9/12 ditambah 10/12 sama dengan 19/12 atau 1 7/12. Kalau kamu mengalikan penyebutnya, kamu berurusan dengan angka 24 dan dua langkah penyederhanaan tambahan.
Untuk soal berbentuk kata, seperti "dua per tiga dari 1.500", langsung kalikan 1.500 dengan 2 lalu bagi 3. Hasilnya 1.000. Membagi dulu baru mengalikan sering memaksa kamu bekerja dengan pecahan yang tidak bulat.
Urutan mengerjakan di ruang ujian
Kerjakan soal berhitung lebih dulu, bukan soal cerita. Soal berhitung bisa diselesaikan dalam 20 sampai 30 detik, sementara soal cerita butuh waktu membaca dua kali. Kalau kamu menaruh soal cerita di depan, sisa waktu untuk soal yang sebenarnya cepat jadi habis.
Tandai soal yang angkanya tidak kamu kenal sama sekali, lanjut ke nomor berikutnya, dan kembali di menit terakhir. Soal TIU tidak memakai penalti untuk jawaban salah, jadi nomor yang kosong tetap harus diisi sebelum waktu habis.
Latihan yang benar-benar menambah kecepatan
- Ambil 30 soal berhitung murni dan kerjakan dalam 15 menit. Kalau belum selesai, catat nomor yang bikin macet, bukan seluruh soalnya.
- Ulangi hanya soal yang salah dua hari kemudian. Soal yang sudah benar tidak perlu diulang.
- Hafalkan lima bentuk pecahan di atas sampai spontan. Ini yang paling sering menyelamatkan waktu di menit terakhir.
- Biasakan menghitung tanpa menulis di kertas. Soal berhitung TIU cukup dikerjakan di kepala kalau angkanya sudah kamu kenal.
Kecepatan di TIU bukan soal bakat hitung. Ia datang dari jumlah soal yang pernah kamu kerjakan sampai polanya terasa akrab.