Soal TIU Jarak Kecepatan Waktu: Cara Cepat Menghitung

Soal TIU jarak, kecepatan, waktu termasuk yang paling sering muncul dan paling sering salah karena satuan waktunya tidak disamakan dulu.

Soal TIU Jarak Kecepatan Waktu: Cara Cepat Menghitung

Kenapa soal ini sering bikin kehabisan waktu

Soal TIU tentang jarak, kecepatan, dan waktu termasuk yang paling sering muncul di SKD. Hitungannya sendiri tidak rumit, cuma jarak dibagi kecepatan. Yang bikin banyak peserta salah bukan rumusnya, tapi lalai menyamakan satuan. Kecepatan ditulis km/jam sementara waktu di soal ditulis menit, dan langsung dihitung begitu saja. Hasilnya kacau.

Rumus dasarnya cuma satu: jarak sama dengan kecepatan dikali waktu. Dari situ kamu bisa turunkan dua bentuk lain, kecepatan sama dengan jarak dibagi waktu, dan waktu sama dengan jarak dibagi kecepatan. Semua variasi soal berpapasan, menyusul, atau berputar balik dibangun dari tiga bentuk ini.

Langkah pertama selalu sama: samakan satuan

Sebelum menghitung apa pun, tulis dulu satuannya. Kalau kecepatan dalam km/jam dan waktu dalam menit, ubah menit jadi jam dengan membaginya 60. Kalau jarak dalam meter dan kecepatan km/jam, ubah kecepatan ke m/detik dengan mengalikan 1000 lalu membagi 3600, atau lebih cepat: bagi 3,6. Kebiasaan menulis satuan ini terlihat sepele, tapi menyelamatkan banyak poin.

Contoh soal 1: soal dasar

Sebuah bus menempuh jarak 180 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Berapa lama perjalanan itu?

A. 2 jam
B. 2 jam 30 menit
C. 3 jam
D. 3 jam 30 menit
E. 4 jam

Pembahasan. Waktu sama dengan jarak dibagi kecepatan, jadi 180 dibagi 60 sama dengan 3. Jawabannya C. Soal seperti ini biasanya muncul di nomor awal dan cuma butuh satu langkah. Jangan buang waktu di sini, langsung jawab dan lanjut.

Contoh soal 2: soal berpapasan

Dua kendaraan berangkat dari dua kota yang jaraknya 300 km. Kendaraan A melaju 80 km/jam dari kota pertama, kendaraan B melaju 70 km/jam dari kota kedua, keduanya berangkat bersamaan. Setelah berapa jam keduanya bertemu?

A. 1 jam
B. 2 jam
C. 2 jam 30 menit
D. 3 jam
E. 4 jam

Pembahasan. Saat berpapasan dari arah berlawanan, kecepatan keduanya dijumlahkan. 80 ditambah 70 sama dengan 150 km/jam. Waktu bertemu sama dengan jarak total dibagi jumlah kecepatan, jadi 300 dibagi 150 sama dengan 2. Jawabannya B. Ingat pola ini: berlawanan arah, kecepatan dijumlah. Searah dan menyusul, kecepatan dikurangi.

Contoh soal 3: soal menyusul

Andi berangkat pukul 07.00 dengan kecepatan 50 km/jam. Satu jam kemudian Budi berangkat dari titik yang sama dengan kecepatan 75 km/jam. Pukul berapa Budi menyusul Andi?

A. 09.00
B. 09.30
C. 10.00
D. 10.30
E. 11.00

Pembahasan. Saat Budi berangkat, Andi sudah jalan satu jam dan sudah menempuh 50 km. Selisih kecepatan keduanya 25 km/jam. Waktu menyusul sama dengan jarak selisih dibagi selisih kecepatan, jadi 50 dibagi 25 sama dengan 2 jam. Budi berangkat 08.00, jadi menyusul pukul 10.00. Jawabannya C.

Trik menyingkat waktu pengerjaan

Hafalkan tiga pola ini. Berlawanan arah, jumlahkan kecepatan. Searah menyusul, kurangi kecepatan. Berangkat tidak bersamaan, hitung dulu jarak yang sudah ditempuh yang berangkat lebih dulu. Tiga pola ini menutup hampir semua variasi soal jarak kecepatan waktu yang muncul di SKD.

Satu lagi: kalau pilihan jawabannya jaraknya berjauhan, kamu bisa membulatkan hitungan supaya lebih cepat. Tapi kalau pilihannya rapat, misalnya 2 jam 30 menit dan 2 jam 40 menit, hitung dengan angka pas. Jangan tergoda membulatkan di soal dengan pilihan berdekatan.