Soal TIU Untung Rugi: Cara Hitung Cepat Tanpa Kalkulator

Hampir semua kesalahan di soal untung rugi lahir dari satu hal: persennya dihitung dari harga jual, bukan modal.

Soal TIU Untung Rugi: Cara Hitung Cepat Tanpa Kalkulator

Titik yang paling sering salah

Untung dan rugi selalu dihitung dari harga beli atau modal, bukan dari harga jual. Kalau modal Rp80.000 dan barang dijual Rp92.000, untungnya Rp12.000, dan persentase untungnya 12.000 dibagi 80.000, yaitu 15 persen. Bukan 13 persen, angka yang muncul kalau kamu membagi dengan harga jual. Pilihan jawaban jebakan biasanya dipasang persis dari hitungan keliru ini.

Rumus inti yang cukup diingat

Harga jual sama dengan harga beli ditambah untung. Persentase untung sama dengan untung dibagi harga beli, dikali 100. Untuk rugi polanya sama, arahnya saja yang berkurang. Dari dua hal itu semua variasi bisa diturunkan.

Kalau untung 15 persen, harga jual setara 115 persen dari modal, jadi modal dicari dengan membagi harga jual dengan 1,15. Kalau rugi 20 persen, harga jual setara 80 persen modal. Menulis persen sebagai pengali seperti ini jauh lebih cepat daripada menghitung nilai untungnya dulu lalu mengurangi.

Contoh 1 dan 2: arah dua-duanya

Kios buah membeli 40 kg jeruk dengan modal Rp80.000. Jeruk dijual dengan untung 15 persen. Harga jualnya Rp80.000 dikali 1,15, hasilnya Rp92.000.

Soal yang dibalik arahnya: sebuah jaket dijual Rp138.000 dengan untung 15 persen. Berapa modalnya? Modal sama dengan 138.000 dibagi 1,15, yaitu Rp120.000. Angka 1,15 itu sama dengan 23 per 20, jadi kamu bisa mengalikan 138.000 dengan 20 lalu membaginya 23 kalau lebih nyaman menghitung tanpa desimal.

Contoh 3: ada diskon di tengah soal

Toko memasang harga Rp250.000, lalu memberi diskon 20 persen. Setelah diskon, penjual masih untung 25 persen. Berapa modalnya?

Harga jual setelah diskon adalah 80 persen dari 250.000, yaitu Rp200.000. Karena untungnya 25 persen, Rp200.000 itu setara 125 persen dari modal. Modal = 200.000 dibagi 1,25, hasilnya Rp160.000. Perhatikan urutannya: selesaikan diskon dulu, baru pakai persen untung. Kalau dibalik, hasilnya akan jauh dari pilihan jawaban yang tersedia.

Contoh 4: satu untung, satu rugi, persennya sama

Dua barang masing-masing dijual Rp120.000. Barang pertama untung 20 persen, barang kedua rugi 20 persen. Secara sekilas dua angka itu saling menghapus, dan banyak peserta langsung menjawab tidak untung dan tidak rugi. Jawaban itu salah.

Barang pertama berharga beli 120.000 dibagi 1,2, yaitu Rp100.000. Barang kedua berharga beli 120.000 dibagi 0,8, yaitu Rp150.000. Total modal Rp250.000, total penjualan Rp240.000, jadi penjual rugi Rp10.000. Kerugiannya memang cuma 4 persen dari modal, tapi arahnya tetap rugi. Penyebabnya sepele: kerugian dihitung dari modal yang lebih besar daripada keuntungannya.

Trik pecahan biar hitungan lebih cepat

Ubah persen jadi pecahan sederhana. Untung 10 persen berarti modal dikali 10 per 10, 25 persen berarti 5 per 4, 20 persen berarti 6 per 5, dan 12,5 persen berarti 9 per 8. Dengan begitu mencari modal dari harga jual cuma perlu membalik pecahannya. Untung 25 persen artinya jual sama dengan 5 per 4 modal, sehingga modal sama dengan 4 per 5 harga jual, atau 0,8 kali harga jual.

Kalau angkanya tidak bulat setelah sekitar 30 detik, hitung kasar dulu. Di TIU biasanya cuma satu pilihan yang besarannya masuk akal, jadi estimasi saja sudah cukup untuk membuang tiga opsi.

Kesalahan yang paling mahal

Empat hal ini berulang tiap tahun. Menghitung persen dari harga jual. Menjumlah dua persen yang arahnya berlawanan seolah hasilnya nol. Lupa satuan, misalnya harga per kilogram campur dengan total berat. Dan menganggap diskon mengurangi modal, padahal diskon hanya memotong harga jual.

Cara berlatihnya tidak perlu banyak soal. Ambil satu contoh, lalu ubah sendiri angkanya: ganti untung jadi rugi, tukar yang ditanya dari harga jual ke modal. Sepuluh variasi seperti itu biasanya sudah cukup bikin polanya nempel.

Variasi yang biasa muncul

Setelah empat pola di atas, variasi soal biasanya cuma menempel di detail. Ada soal yang menambah biaya transport atau biaya kemasan, dan biaya seperti itu diperlakukan sebagai penambah modal. Ada soal yang meminta persentase untung ketika harga jual dan modal sudah sama-sama diketahui, dan cara cepatnya menghitung selisihnya dulu dalam bentuk uang, baru dibagi modal. Kalau soalnya membandingkan dua penjual, ubah dulu ke satuan yang sama, misalnya untung per kilogram atau per unit, supaya perbandingannya masuk akal.

Satu kebiasaan kecil yang membantu di ruang ujian: tulis dulu apa yang dicari, modal atau harga jual, lalu tandai angka yang sudah diketahui. Tiga kata coretan di kertas buram biasanya cukup untuk mencegahmu jatuh ke pilihan jawaban yang dihitung dari arah salah.