Banyak fresh graduate takut negosiasi gaji karena khawatir dianggap tidak sopan atau malah gagal dapat kerja. Padahal ini bagian normal dari proses rekrutmen.

Kebanyakan orang yang baru pertama kali melamar kerja langsung menerima penawaran gaji pertama yang diberikan. Alasannya macam-macam: takut dianggap tidak sopan, khawatir tawaran ditarik, atau memang tidak tahu kalau itu boleh dilakukan.
Padahal, banyak perusahaan sudah memperhitungkan kemungkinan negosiasi dari awal. Angka yang mereka sebut pertama kali biasanya bukan harga final.
Tunggu sampai kamu dapat offer letter atau pernyataan resmi bahwa kamu diterima. Jangan negosiasi di tengah proses interview, apalagi di sesi pertama. Di titik itu posisi tawarmu jauh lebih kuat karena perusahaan sudah memutuskan kamu yang mereka mau.
Jangan datang ke negosiasi tanpa data. Cari tahu kisaran gaji untuk posisi serupa di industri yang sama, dengan level pengalaman yang setara. Glassdoor, LinkedIn Salary, dan komunitas profesional di bidangmu adalah sumber yang bisa dipakai.
Perhatikan juga lokasi — gaji untuk posisi yang sama di Jakarta dan di kota lain bisa berbeda cukup signifikan.
Sebut rentang, bukan satu angka. Misalnya "saya berharap di kisaran 7-9 juta, tergantung total benefit yang ditawarkan." Ini memberi ruang untuk diskusi dan tidak terkesan kaku.
Fokus pada nilai yang kamu bawa, bukan kebutuhan pribadimu. "Saya butuh segini karena cicilan" tidak akan meyakinkan siapapun. Tapi "berdasarkan pengalaman saya di bidang ini dan riset pasar yang saya lakukan, angka ini menurut saya sesuai" jauh lebih solid.
Kalau perusahaan tidak bisa gerak di angka gaji pokoknya, tanyakan soal hal lain: tunjangan transportasi atau makan, asuransi kesehatan yang menanggung keluarga, budget training, flexible working arrangement, atau jumlah cuti tahunan. Kadang total paket yang lebih baik lebih bernilai dari kenaikan gaji pokok yang sedikit.
Jangan melebih-lebihkan atau berbohong soal gaji sebelumnya atau offer dari tempat lain. Dunia HR lebih kecil dari yang dikira, dan reputasi itu penting. Negosiasi dengan sopan, bukan ultimatum. Dan kalau sudah sepakat, pegang komitmen itu.
Bukan berarti gagal. Mungkin memang budget mereka tidak bisa lebih. Kamu bisa minta review gaji di 3-6 bulan pertama sebagai kompromi, atau evaluasi apakah total paket dan kesempatan berkembangnya tetap worth it.
Yang paling penting: kamu sudah mencoba. Orang yang tidak pernah negosiasi hampir pasti tidak pernah dapat lebih dari penawaran pertama.
Cari lowongan dengan informasi gaji yang transparan di Hiloker.