10 Tips Membuat CV yang Dilirik HRD di Tahun 2026

CV yang menarik bisa jadi tiket masuk ke perusahaan impian. Tapi gimana caranya bikin CV yang benar-benar dibaca, bukan langsung dilewat?

10 Tips Membuat CV yang Dilirik HRD di Tahun 2026

Apa yang sebenarnya dilihat HRD dalam 6 detik pertama?

Rata-rata, seorang HRD cuma butuh 6-10 detik untuk memutuskan apakah CV kamu layak dibaca lebih lanjut atau tidak. Kedengarannya kejam, tapi itulah realitanya — terutama kalau ada ratusan pelamar untuk satu posisi.

Jadi bukan soal CV kamu bagus atau tidak. Tapi apakah CV kamu langsung "ngomong" sesuatu yang relevan di detik-detik pertama itu.

1. Format yang ramah ATS

Banyak perusahaan sekarang pakai software bernama ATS (Applicant Tracking System) untuk menyaring CV sebelum sampai ke tangan manusia. CV yang terlalu fancy dengan tabel atau kolom banyak sering kali gagal dibaca sistem ini.

Pilih format sederhana: satu kolom, font standar (Arial atau Calibri ukuran 10-12), dan simpan dalam format PDF. Hindari gambar, ikon, atau background warna yang berlebihan.

2. Ringkasan profil di bagian atas

Daripada langsung data diri yang isinya nama, alamat, nomor HP, coba tambahkan 2-3 kalimat ringkasan profil. Siapa kamu, apa yang kamu bisa, dan apa yang kamu cari. Contoh sederhana: "Sarjana Akuntansi dengan 2 tahun pengalaman di firma pajak, terbiasa dengan Accurate dan SAP, mencari posisi tax analyst di perusahaan manufaktur."

3. Tulis pencapaian, bukan daftar tugas

Ini yang paling sering salah. Orang nulis "bertanggung jawab atas laporan keuangan" — tapi itu cuma deskripsi jabatan. Yang HRD mau tahu: kamu ngapain aja, dan hasilnya apa?

Coba ubah jadi: "Menyusun laporan keuangan bulanan untuk 3 entitas berbeda, tepat waktu selama 14 bulan berturut-turut." Angka konkret jauh lebih berkesan dari kata-kata generik.

4. Sesuaikan tiap kali melamar

Satu CV untuk semua lamaran itu kurang efektif. Baca baik-baik job description setiap posisi, lalu sesuaikan kata kunci dan pengalaman yang kamu tonjolkan. Tidak perlu buat dari awal, cukup modifikasi bagian ringkasan dan urutan pengalaman yang paling relevan.

5. Panjang yang pas

Fresh graduate atau pengalaman di bawah 5 tahun: cukup 1 halaman. Kalau sudah lebih senior, boleh 2 halaman. Lebih dari itu biasanya malah tidak dibaca.

6. Pisahkan hard skill dan soft skill

Hard skill itu spesifik dan bisa diukur: "Excel (pivot table, VLOOKUP)", "Python (pandas, matplotlib)", "Photoshop". Soft skill seperti "komunikatif" atau "team player" sering dianggap klise kalau tidak ada contohnya. Kalau mau sebut soft skill, kasih konteks singkat.

7. Tampilan rapi, tapi jangan berlebihan

CV yang bersih dan mudah dibaca lebih baik dari yang penuh desain tapi susah di-scan matanya. Kecuali kamu melamar di industri kreatif, desain minimalis selalu lebih aman.

8. Cek ulang sebelum kirim

Typo atau salah ketik nama perusahaan itu first impression yang buruk. Minta orang lain baca, atau gunakan tools seperti Grammarly. Serius, ini sering diabaikan dan sering juga jadi alasan CV langsung dibuang.

9. Cantumkan portfolio atau LinkedIn

Kalau ada, sertakan link ke portfolio, GitHub, Behance, atau profil LinkedIn. Ini memberi gambaran lebih lengkap dan menunjukkan kamu serius dengan karir. Pastikan profilnya juga up-to-date kalau dicantumkan.

10. Kata kunci dari job description

Baca job description dengan teliti, lalu pastikan kata kunci yang sering muncul di sana juga ada di CV kamu, secara natural. Ini membantu lolos filter ATS sekaligus menunjukkan kamu memang cocok dengan posisi yang dilamar.

Bikin CV yang baik memang butuh waktu, tapi hasilnya sepadan. Kalau kamu sudah punya CV yang solid, langkah berikutnya adalah menemukan lowongan yang tepat. Cek ribuan lowongan kerja terbaru di Hiloker.