Rumus dasar yang wajib hafal
Semua soal jarak, waktu, dan kecepatan berdiri di atas satu hubungan sederhana: kecepatan sama dengan jarak dibagi waktu. Dari situ kamu bisa menurunkan dua bentuk lain sesuai yang ditanyakan di soal.
Tipe soal jarak, waktu, dan kecepatan paling sering muncul di TIU. Kenali rumusnya, cara konversi satuan, dan beda soal berpapasan dengan soal menyusul.

Semua soal jarak, waktu, dan kecepatan berdiri di atas satu hubungan sederhana: kecepatan sama dengan jarak dibagi waktu. Dari situ kamu bisa menurunkan dua bentuk lain sesuai yang ditanyakan di soal.
Yang sering bikin salah bukan rumusnya, tapi satuannya. Kecepatan dalam km/jam tidak bisa langsung dikali waktu dalam menit. Ubah dulu semuanya ke satuan yang sama sebelum menghitung.
km/jam ke m/s dibagi 3,6. Contoh 72 km/jam sama dengan 72 dibagi 3,6, hasilnya 20 m/s. Sebaliknya, m/s ke km/jam dikalikan 3,6. Hafalkan angka 3,6 ini supaya tidak menghitung ulang di setiap soal.
Untuk waktu, 15 menit sama dengan 0,25 jam, 30 menit sama dengan 0,5 jam, dan 45 menit sama dengan 0,75 jam. Tiga angka ini menutupi sebagian besar soal yang muncul di CAT.
Bus menempuh 180 km dalam 2 jam 30 menit. Berapa kecepatan rata-ratanya?
2 jam 30 menit sama dengan 2,5 jam. Kecepatan = 180 dibagi 2,5 = 72 km/jam. Selesai dalam dua langkah saja.
Andi berangkat dari kota A pukul 08.00 dengan kecepatan 60 km/jam. Budi berangkat dari kota B pukul 08.00 dengan kecepatan 40 km/jam. Jarak A ke B 200 km dan keduanya lewat jalur yang sama. Pukul berapa mereka berpapasan?
Saat berpapasan, kedua kendaraan sudah menempuh total jarak 200 km. Karena berangkat bersamaan, jumlahkan kecepatannya: 60 ditambah 40 sama dengan 100 km/jam. Waktu bertemu = 200 dibagi 100 = 2 jam. Jadi mereka berpapasan pukul 10.00.
Kalau waktu berangkatnya berbeda, hitung dulu jarak yang sudah ditempuh kendaraan yang lebih awal, kurangi dari total jarak, baru bagi dengan jumlah kecepatan.
Mobil A berangkat pukul 07.00 dengan kecepatan 50 km/jam. Mobil B menyusul dari titik yang sama pukul 08.00 dengan kecepatan 70 km/jam. Pukul berapa B menyusul A?
Dalam satu jam, A sudah menempuh 50 km. Selisih kecepatannya 70 dikurangi 50 sama dengan 20 km/jam. Waktu menyusul = 50 dibagi 20 = 2,5 jam setelah B berangkat, jadi pukul 10.30.
Kunci tipe soal menyusul: pakai selisih kecepatan, bukan jumlah kecepatan. Ini yang paling sering tertukar dengan tipe berpapasan, dan jadi sumber kesalahan paling umum.
Rani berangkat ke kantor dengan kecepatan 60 km/jam dan pulang dengan kecepatan 40 km/jam lewat jalur yang sama. Berapa kecepatan rata-rata seluruh perjalanannya?
Jawaban yang paling sering dipilih adalah 50 km/jam, hasil dari 60 ditambah 40 dibagi 2. Itu salah. Kecepatan rata-rata dihitung dari total jarak dibagi total waktu, bukan rata-rata angkanya.
Misalkan jaraknya 120 km. Berangkat butuh 2 jam, pulang butuh 3 jam. Total jarak 240 km dalam 5 jam, jadi rata-ratanya 48 km/jam. Rumus cepatnya: 2 dikali v1 dikali v2 dibagi v1 ditambah v2, hasilnya 2 dikali 60 dikali 40 dibagi 100 sama dengan 48.
TIU punya batas waktu total, jadi jangan habiskan lebih dari 60 sampai 90 detik untuk satu soal hitungan. Kalau angkanya tidak bulat, bulatkan dulu untuk menaksir jawaban, lalu cari pilihan yang paling dekat. Sering kali satu pilihan jauh berbeda dari yang lain dan bisa langsung dieliminasi.
Biasakan menulis satuan di kertas buram saat membaca soal. Mengubah kecepatan ke m/s adalah langkah yang paling sering terlupa, dan satuan yang salah berarti jawaban salah walaupun cara berpikirmu sudah benar.
Kenali juga pemicu tipe soal dari kata kuncinya. "Berpapasan" dan "bertemu" memakai jumlah kecepatan, "menyusul" dan "mendahului" memakai selisih kecepatan, sedangkan "rata-rata" pada perjalanan dua arah memakai rumus harmonik. Tiga kata kunci ini menutupi sebagian besar soal jarak, waktu, dan kecepatan yang muncul.