Soal TIU Pemahaman Bacaan: Cara Jawab Cepat Tanpa Baca Dua Kali

Strategi mengerjakan soal TIU pemahaman bacaan SKD tanpa membaca teks dua kali. Dilengkapi contoh teks, soal, dan pembahasan tiap tipe pertanyaan.

Soal TIU Pemahaman Bacaan: Cara Jawab Cepat Tanpa Baca Dua Kali

Kenapa pemahaman bacaan sering dikorbankan

Di SKD, soal pemahaman bacaan biasanya jadi yang pertama ditinggalkan saat waktu mulai habis. Teksnya panjang, jawabannya mirip semua, dan rasanya butuh waktu dua kali lipat dibanding soal deret angka. Padahal jumlah soalnya tidak banyak, umumnya tiga sampai lima dari 35 soal TIU. Kalau dikerjakan dengan cara yang benar, justru ini soal yang paling cepat selesai.

Masalahnya bukan pada panjang teks, tapi pada urutan pengerjaan. Banyak peserta membaca teks sampai habis, baru melihat pertanyaan, lalu harus mengulang baca dari awal.

Urutan yang benar: pertanyaan dulu, teks kemudian

Baca pertanyaannya lebih dulu. Dari pertanyaan, kamu sudah tahu apa yang harus dicari. Kalau pertanyaannya soal ide pokok, kamu cukup membaca kalimat pertama dan terakhir tiap paragraf. Kalau pertanyaannya soal pernyataan yang sesuai, barulah kamu perlu menyisir isi teks secara menyeluruh.

Dengan cara ini, satu teks bisa dipakai untuk beberapa soal tanpa perlu membaca ulang dari nol.

Tipe pertanyaan dan cara menyerangnya

  • Ide pokok: cari kalimat yang mencakup keseluruhan isi paragraf. Biasanya ada di awal atau akhir paragraf, jarang di tengah.
  • Kesimpulan: pilih pernyataan yang bisa ditarik dari teks, bukan yang menambah informasi baru.
  • Pernyataan sesuai atau tidak sesuai: cek satu per satu opsi ke teks. Kerjakan yang paling gampang dibuktikan lebih dulu.
  • Makna kata: jangan pakai arti kamus. Lihat konteks kalimatnya.
  • Sikap penulis: perhatikan pilihan kata. Kata seperti "sayangnya" atau "seharusnya" menunjukkan penulis tidak netral.

Ciri pilihan jawaban yang hampir selalu salah

Ada beberapa pola pengecoh yang berulang. Pilihan yang memakai kata mutlak seperti semua, selalu, tidak pernah, dan satu-satunya biasanya salah karena teks jarang menegaskan hal sebesar itu. Pilihan yang terlalu luas atau justru terlalu sempit dibanding isi teks juga salah. Pilihan yang benar menurut pengetahuanmu tapi tidak disebut di teks tetap salah, karena soal jenis ini menguji kemampuan membaca, bukan wawasan umum.

Contoh teks dan pembahasan

Bacalah teks berikut.

Penggunaan air kemasan terus naik di kota-kota besar. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa air keran tidak layak diminum. Anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Beberapa daerah sudah memiliki sistem pengolahan air yang memenuhi baku mutu, tetapi jaringan pipa yang tua membuat kualitas air menurun sebelum sampai ke rumah. Karena itu, memperbaiki jaringan distribusi jauh lebih menentukan daripada sekadar menambah jumlah depot air.

Soal 1. Ide pokok teks di atas adalah ...

A. air keran di kota besar tidak layak diminum
B. penggunaan air kemasan dipengaruhi kualitas jaringan distribusi
C. depot air minum perlu ditambah
D. air kemasan lebih sehat daripada air keran
E. baku mutu air tidak pernah dipenuhi

Jawaban: B. Teks memang menyebut anggapan bahwa air keran tidak layak, tapi kalimat itu dipakai sebagai bantahan, bukan sebagai inti. Inti teks ada di kalimat terakhir, yaitu jaringan distribusi yang menentukan. Pilihan D salah karena teks tidak membandingkan tingkat kesehatan. Pilihan E salah karena memakai kata tidak pernah, sementara teks justru menyebut ada daerah yang sudah memenuhi baku mutu.

Soal 2. Pernyataan yang sesuai dengan teks adalah ...

A. semua kota memiliki jaringan pipa yang sudah diperbarui
B. kualitas air bisa turun setelah melewati pipa yang tua
C. air kemasan selalu lebih murah daripada air keran
D. baku mutu air tidak berlaku di daerah
E. depot air adalah solusi utama masalah air minum

Jawaban: B. Ini disebut langsung di teks. Pilihan A dan C memakai kata mutlak yang tidak didukung teks. Pilihan E bertentangan dengan kalimat terakhir.

Soal 3. Simpulan yang tepat dari teks tersebut adalah ...

A. masyarakat sebaiknya berhenti membeli air kemasan
B. perbaikan jaringan air lebih penting daripada menambah pasokan
C. air keran di seluruh kota sudah aman diminum
D. anggapan masyarakat selalu salah
E. kualitas air tidak berhubungan dengan jaringan pipa

Jawaban: B. Ini versi lain dari ide pokok dan didukung kalimat terakhir. Pilihan A terlalu jauh, karena teks tidak pernah menyerukan berhenti membeli air kemasan.

Latihan yang efektif

Ambil satu teks panjang, lalu buat sendiri lima pertanyaan dari teks itu. Cara ini melatih kamu mengenali di mana jawaban biasanya bersembunyi. Setelah beberapa kali berlatih, kamu akan mulai hafal pola pengecohnya dan bisa menyelesaikan soal pemahaman bacaan di bawah satu setengah menit.