Soal TWK Bhinneka Tunggal Ika: Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh soal TWK Bhinneka Tunggal Ika lengkap dengan pembahasan tiap opsi, plus cara membedakan toleransi, primordialisme, dan etnosentrisme.

Soal TWK Bhinneka Tunggal Ika: Contoh Soal dan Pembahasan

Kenapa soal Bhinneka Tunggal Ika sering bikin ragu

Materi ini termasuk yang paling sering muncul di TWK, dan juga yang paling sering bikin peserta ragu. Alasannya sederhana: hampir semua pilihan jawaban terdengar benar. Menghargai perbedaan, hidup rukun, tidak membeda-bedakan teman, semuanya masuk akal.

Yang diuji sebenarnya bukan hafalan semboyan. Soal Bhinneka Tunggal Ika menguji kemampuan memilah konsep yang mirip: toleransi, akulturasi, asimilasi, primordialisme, etnosentrisme, dan sektarianisme. Sekali salah mengenali kata kuncinya, jawabanmu meleset meski kalimatnya terdengar bagus.

Asal-usul yang hampir selalu ditanyakan

Frasa Bhinneka Tunggal Ika diambil dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Majapahit. Artinya secara harfiah: bhinna berarti berbeda, tunggal berarti satu, dan ika berarti itu. Jadi berbeda-beda tetapi satu.

Dasar hukumnya ada di Pasal 36A UUD 1945, yang menyatakan lambang negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Aturan teknisnya ada di UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Dua rujukan itu sering dipakai sebagai pilihan jawaban.

Perlu diingat, semboyan ini bicara soal keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Kalau soal menyinggung wilayah, pulau, atau batas negara, arahnya lebih ke nasionalisme dan wawasan nusantara.

Kata kunci yang membedakan tiap konsep

  • Toleransi: membiarkan orang lain menjalankan keyakinan dan kebiasaannya selama tidak merugikan pihak lain.
  • Akulturasi: dua budaya bertemu, keduanya berubah, tapi identitas asalnya masih kelihatan. Wayang yang memakai cerita dari India tapi tetap bergaya Jawa adalah contohnya.
  • Asimilasi: dua budaya melebur sampai identitas asal memudar dan muncul budaya baru.
  • Sinkretisme: pencampuran kepercayaan atau aliran, biasanya terlihat di tradisi yang memuat unsur lokal.
  • Primordialisme: ikatan berlebihan pada kelompok asal, sampai kepentingan bersama dikorbankan.
  • Etnosentrisme: menilai budaya lain dengan ukuran budaya sendiri, lalu menganggap yang lain lebih rendah.
  • Sektarianisme: sikap fanatik terhadap satu kelompok yang mengarah pada permusuhan.

Pola paling gampang: kalau pilihan jawaban memuat kata paling, harus sama, menolak, atau mengalahkan, arahnya bukan Bhinneka Tunggal Ika.

Contoh soal dan pembahasannya

Soal 1. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kitab ...

A. Negarakertagama
B. Sutasoma
C. Arjunawiwaha
D. Ramayana
E. Baratayuda

Jawaban: B. Negarakertagama juga karya Mpu Prapanca pada masa Majapahit, dan itu yang paling sering jadi pengecoh. Yang memuat frasa Bhinneka Tunggal Ika adalah Kakawin Sutasoma.

Soal 2. Seorang ASN punya rekan kerja yang berbeda keyakinan dan sedang menjalankan ibadah di jam kerja. Sikap yang paling mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika adalah ...

A. meminta rekan itu menunda ibadah sampai jam istirahat
B. memberi kesempatan beribadah sambil memastikan pekerjaannya tetap selesai
C. mengajukan protes ke atasan karena dianggap tidak adil
D. mengikuti kebiasaan ibadah rekannya agar terlihat rukun
E. memindahkan pekerjaan rekannya ke orang lain tanpa bicara

Jawaban: B. Toleransi bukan berarti ikut menjalankan, dan bukan juga menunda hak orang lain. Yang benar adalah memberi ruang tanpa mengorbankan tanggung jawab kerja. Pilihan D salah karena toleransi tidak menuntut kamu berpindah keyakinan.

Soal 3. Sebuah desa dengan mayoritas penduduk beragama tertentu ikut membangun rumah ibadah untuk warga minoritas. Sikap ini paling tepat disebut ...

A. sinkretisme
B. asimilasi
C. toleransi
D. akomodasi
E. akulturasi

Jawaban: C. Tidak ada pencampuran ajaran di sini, jadi bukan sinkretisme. Yang terjadi hanya pemberian ruang kepada kelompok lain, dan itu definisi toleransi.

Soal 4. Manajer merekrut karyawan dengan alasan satu daerah dengannya, padahal pelamar lain lebih memenuhi kualifikasi. Perilaku itu mencerminkan ...

A. etnosentrisme
B. primordialisme
C. nasionalisme
D. patriotisme
E. pluralisme

Jawaban: B. Kata kuncinya kedekatan kelompok asal yang mengalahkan pertimbangan objektif. Etnosentrisme lebih soal menilai budaya lain lebih rendah, dan itu tidak muncul di kasus ini.

Soal 5. Pernyataan yang bertentangan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah ...

A. memakai bahasa Indonesia dalam rapat resmi
B. menyesuaikan cara berkomunikasi saat berbicara dengan rekan dari daerah lain
C. menganggap budaya daerahnya paling sopan dan merendahkan budaya lain
D. mempelajari tarian daerah lain sebagai hobi
E. menghormati hari besar keagamaan rekan kerja

Jawaban: C. Frasa paling sopan dan merendahkan sudah cukup untuk menandai sikap yang salah, tanpa perlu membaca ulang opsinya.

Cara menjawab saat waktu mepet

Urutannya begini. Pertama, cari opsi yang paling netral dan tidak menyerang siapa pun. Kedua, buang pilihan yang memuat kata semua, selalu, tidak pernah, atau paling. Ketiga, kalau masih ragu, pilih jawaban yang menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok sendiri.

Kalau soal memuat frasa berbeda keyakinan atau berbeda suku, jawabannya hampir selalu tentang memberi ruang, bukan memaksa, bukan juga menyeragamkan.

Latihan yang masuk akal

Sepuluh soal sehari sudah cukup. Setelah selesai, catat setiap soal yang salah beserta alasan salahnya. Kalau salahnya karena tidak tahu kata kunci, cukup hafalkan kata kunci itu. Kalau salahnya karena terkecoh pilihan, kamu perlu latihan membandingkan dua opsi yang mirip.

Latihan kecil tapi rutin jauh lebih berguna daripada sekali belajar lima puluh soal lalu tidak pernah diulang.