CPNSSoal TIU Deret Angka Dua Tingkat: Pola Bertumpuk
Deret angka yang selisihnya masih berpola sering bikin waktu habis. Ini cara menurunkan deret, mengenali pola kali tambah, dan memeriksa jawaban dengan cepat.
A
AuthorOct 6, 2026•4 min read
Kenapa deret dua tingkat bikin waktu habis
Deret yang selisihnya tetap itu mudah, hampir semua peserta bisa. Yang dipakai di SKD biasanya deret yang selisihnya berubah, dan perubahan itu masih punya pola lagi. Karena itu soal seperti ini disebut bertingkat: kamu harus menurunkan deret sekali untuk melihat polanya, kadang dua kali.
Kesalahan paling umum adalah mengerjakan soal dengan pola kali tambah padahal polanya selisih. Waktu habis untuk menguji dua cara sekaligus, dan dua soal TIU lain jadi korban.
Langkah pertama selalu sama: tulis selisihnya
Ambil soal sederhana: 2, 3, 5, 8, 12, 17, ?
Tulis selisih antar angka berurutan: 1, 2, 3, 4, 5. Deret selisih ini naik satu tiap langkah, jadi selisih berikutnya 6, dan jawabannya 23. Nama teknisnya deret aritmetika tingkat dua, karena selisih tingkat duanya tetap.
Kebiasaan menulis selisih di bawah deretnya bukan sekadar kerapian. Itu caranya memaksa polanya muncul di kertas, bukan di kepala. Soal deret dikerjakan paling cepat kalau informasinya dipindah ke kertas.
Kalau selisihnya bukan bilangan yang naik teratur
Contoh: 5, 6, 9, 14, 21, 30, ?
Selisihnya 1, 3, 5, 7, 9. Ini bilangan ganjil berurutan. Selisih berikutnya 11, jadi jawabannya 41.
Kalau selisihmu 2, 4, 8, 16, berarti polanya pengali dua pada lapisan selisih. Kalau selisihnya 1, 4, 9, 16, itu kuadrat. Tiga pola ini yang paling sering muncul dan sudah menutup sebagian besar soal deret bertingkat di SKD.
Pola kali tambah, yang sering dikira pola selisih
Contoh: 3, 7, 15, 31, 63, ?
Selisihnya 4, 8, 16, 32. Polanya kelihatan, dan jawabannya 127 karena selisih berikutnya 64. Tapi ada jalan pintas yang lebih cepat: setiap angka sama dengan angka sebelumnya dikali dua lalu ditambah satu. 3 dikali dua tambah satu jadi 7, 7 dikali dua tambah satu jadi 15, dan seterusnya.
Kapan pakai cara yang mana? Kalau angkanya melompat cepat atau angka belakangnya berulang seperti 1, 3, 7, 15, coba pola kali tambah dulu. Kalau angkanya naik bertahap dengan jarak yang mirip, tulis selisihnya.
Contoh yang harus diturunkan dua kali
Contoh: 1, 4, 10, 19, 31, ?
Selisih pertama: 3, 6, 9, 12. Selisih kedua: 3, 3, 3. Karena tingkat duanya tetap, tambahannya naik 3 tiap langkah. Selisih berikutnya 15, jadi jawabannya 46.
Kalau selisih kedua belum tetap, turunkan sekali lagi. Jarang lebih dari dua kali turunan. Kalau setelah dua kali turunan polanya masih tidak ketemu, kemungkinan kamu salah membaca deretnya. Tinggalkan dulu, tandai nomornya, kembali kalau soal lain sudah selesai.
Deret huruf dengan pola yang sama
Contoh: A, C, F, J, O, ?
Ubah dulu ke posisi alfabet: 1, 3, 6, 10, 15. Selisihnya 2, 3, 4, 5, jadi selisih berikutnya 6 dan posisinya 21, hurufnya U.
Soal deret huruf tidak butuh hafalan khusus. Yang perlu cuma kemampuan mengubah huruf jadi angka, lalu mengubahnya balik. Latihannya sama persis dengan deret angka, jadi tidak perlu sesi belajar terpisah.
Pola bilangan spesial yang layak dihafal
Ada deret yang sering dipakai panitia tanpa variasi: bilangan prima 2, 3, 5, 7, 11, 13; bilangan kuadrat 1, 4, 9, 16, 25; bilangan pangkat tiga 1, 8, 27, 64; dan bilangan Fibonacci 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13.
Kalau deretmu punya lompatan yang tidak masuk akal, misalnya 9 lalu 25, cek dulu apakah itu kuadrat atau pangkat tiga sebelum menghabiskan waktu mencari selisih.
Cara memastikan jawabanmu benar tanpa mengulang dari awal
Setelah mendapat angka jawaban, uji satu langkah dari posisi terakhir. Kalau pola yang kamu pakai menghasilkan angka sebelumnya dengan benar, berarti polamu konsisten.
Untuk deret selisih, itu berarti memeriksa apakah selisih terakhir yang kamu hitung masih cocok dengan urutan selisih sebelumnya. Cara ini memakan lima detik dan mencegah kesalahan hitung sederhana yang bisa membuatmu kehilangan satu poin penuh.
Latihan deret paling efektif dilakukan dengan timer. Sepuluh deret dalam sepuluh menit, tanpa berhenti di satu soal terlalu lama. Kalau satu soal lewat dari dua menit, itu tanda polanya belum ketemu dan waktumu lebih berharga di soal lain.