Soal TIU Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai: Cara Membedakan dan Menghitung Cepat

Dua jenis perbandingan ini soalnya mirip dan rumusnya sering tertukar. Kuncinya cuma satu: lihat arah hubungannya. Ini cara membedakan plus dua contoh soal dengan langkah pengerjaannya.

Soal TIU Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai: Cara Membedakan dan Menghitung Cepat

Perbandingan senilai: dua besaran bergerak searah

Senilai artinya satu nilai naik, nilai lain ikut naik. Kalau jumlah buku dobel, total harganya juga dobel. Kalau jumlah pekerja ditambah, hasil produksi bertambah. Rumusnya a1 dibagi b1 sama dengan a2 dibagi b2, lalu diselesaikan dengan perkalian silang.

Soal jenis ini yang paling sering muncul berbentuk harga, hasil produksi, atau konsumsi bahan. Kata kuncinya "dengan kecepatan kerja yang sama" atau "harga per satuan tetap".

Perbandingan berbalik nilai: satu naik, satu turun

Berbalik nilai kebalikannya. Tambah pekerja, waktu penyelesaian berkurang. Tambah mesin, durasi produksi memendek. Naikkan kecepatan kendaraan, waktu tempuh menyusut. Rumusnya a1 kali b1 sama dengan a2 kali b2.

Bentuk paling gampang untuk diingat: a1 dibagi a2 sama dengan b2 dibagi b1. Perhatikan bahwa posisi b sengaja dibalik, dan itu yang bikin banyak orang keliru saat buru-buru.

Cara membedakan tanpa membaca soal dua kali

Ada tes cepat yang bisa dipakai di ruang ujian. Bayangkan salah satu angkanya jadi dua kali lebih besar, lalu tanya pada diri sendiri: besaran satunya ikut membesar atau justru mengecil?

Contoh. Jumlah buku jadi dua kali lipat, harga totalnya juga dua kali lipat, berarti senilai. Jumlah pekerja jadi dua kali lipat, waktu penyelesaian justru setengahnya, berarti berbalik nilai. Selesai. Kamu tidak perlu membaca ulang seluruh kalimat atau menebak-nebak dari pilihan jawaban.

Satu jebakan yang perlu diwaspadai: soal berbalik nilai kadang menyisipkan besaran ketiga yang searah, misalnya mesin, waktu, dan jumlah produksi. Kalau muncul tiga besaran, pisahkan jadi dua perbandingan berurutan, jangan dijejalkan dalam satu rumus.

Contoh soal pertama: senilai

Sebuah konveksi dengan 5 pekerja menyelesaikan 300 potong pakaian dalam satu hari. Jika pekerjanya ditambah menjadi 8 orang dan kecepatan kerja setiap orang sama, berapa potong yang selesai dalam satu hari?

A. 360 potong
B. 420 potong
C. 480 potong
D. 500 potong
E. 540 potong

Jawabannya C. 480 potong. Jumlah pekerja naik dari 5 ke 8, dan hasil ikut naik, jadi ini senilai. Susun 5/8 = 300/x, kalikan silang, hasilnya 8 dikali 300 dibagi 5, yaitu 480.

Kalau kamu memakai rumus berbalik nilai di soal ini, angkanya jadi 5 dikali 300 dibagi 8, hasilnya 187,5 dan tidak ada di pilihan. Justru dari situ kamu bisa tahu rumusnya salah pakai, jadi periksa lagi arah hubungannya.

Contoh soal kedua: berbalik nilai

Enam mesin menyelesaikan satu pesanan dalam 12 hari. Jika mesinnya ditambah menjadi 8 unit dengan kecepatan produksi sama, berapa hari pesanan itu selesai?

A. 8 hari
B. 9 hari
C. 10 hari
D. 14 hari
E. 16 hari

Jawabannya B, 9 hari. Mesin bertambah, waktu berkurang, jadi berbalik nilai. Cara hitungnya, total beban kerja adalah 6 dikali 12 sama dengan 72 hari mesin. Bagi 72 dengan 8, hasilnya 9 hari.

Cara "total beban kerja" ini lebih aman dipakai daripada menghafal letak pembilang dan penyebut. Kamu tinggal mengalikan dua besaran yang berpasangan di kondisi pertama, lalu membaginya dengan angka baru di kondisi kedua.

Pola lanjutan: pekerja berhenti di tengah jalan

Variasi yang cukup sering keluar adalah pekerjaan yang ditinggalkan sebagian pekerjanya. Caranya tetap sama, pakai satuan beban kerja. Hitung dulu total kebutuhan, kurangi yang sudah selesai, lalu bagi dengan jumlah pekerja yang tersisa.

Contoh singkat: 12 pekerja merencanakan pekerjaan 30 hari. Setelah 10 hari, 4 pekerja keluar. Beban yang tersisa adalah 12 dikali 20 sama dengan 240 hari kerja, dibagi 8 pekerja menjadi 30 hari. Jadi proyek tetap selesai sesuai rencana awal, dan itu masuk akal karena pekerjaan yang tersisa dikerjakan dengan kecepatan lebih lambat.

Latihan yang membuatmu cepat

Kerjakan 15 soal perbandingan tanpa melihat kunci, lalu catat satu kata untuk setiap soal: senilai atau berbalik. Setelah beberapa sesi, kamu akan sadar bahwa yang menyita waktu bukan hitungannya, tapi keputusan memilih rumus. Begitu keputusan itu jadi refleks, satu soal perbandingan bisa selesai di bawah satu menit.

Perlu diingat, TIU punya ambang batas sendiri di SKD, jadi menabung waktu di sini berguna untuk soal analitis dan pemahaman bacaan yang biasanya lebih panjang.