Gaji Anak Magang: Hak yang Wajib Dibayar Perusahaan
Magang bukan hubungan kerja, tapi bukan berarti gratis. Ini beda pemagangan dan magang kampus, uang saku yang wajib, jaminan sosial, dan hal yang perlu dicek sebelum tanda tangan.

Pertanyaan soal gaji magang selalu berakhir dengan kata tergantung. Tapi tergantungnya bukan sembarang, karena ada dua jenis magang yang diatur berbeda dan sering dicampur: pemagangan menurut hukum ketenagakerjaan, dan magang yang merupakan bagian dari pendidikan.
Pemagangan: ada perjanjian, ada kewajiban bayar
Pemagangan diatur di Pasal 22 sampai 25 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dengan aturan teknis di Permenaker No. 6 Tahun 2020. Penyelenggara wajib membuat perjanjian pemagangan tertulis, dan peserta pemagangan berhak menerima uang saku, uang transport, serta jaminan sosial.
Jaminan sosial yang dimaksud mencakup kecelakaan kerja dan kematian, karena peserta magang bekerja di lokasi perusahaan dan menghadapi risiko yang sama dengan pekerja. Kalau perusahaan menyelenggarakan pemagangan tanpa perjanjian, itu pelanggaran dan bisa berujung sanksi administratif.
Magang kampus: tidak ada hubungan kerja
Magang yang kamu jalani untuk memenuhi mata kuliah atau program kampus berada di luar skema pemagangan. Karena tidak ada hubungan kerja, tidak ada kewajiban membayar upah minimum. UMP dan UMK hanya berlaku untuk pekerja dengan perjanjian kerja, dan peserta magang bukan pekerja dalam pengertian itu.
Konsekuensinya, magang kampus bisa saja tanpa uang saku. Yang jadi masalah bukan ketiadaan bayaran, tapi ketika perusahaan memakai peserta magang sebagai pekerja penuh, dengan target dan jam kerja sama seperti karyawan, sementara statusnya tetap magang. Kalau kondisinya sudah seperti itu, yang perlu dipersoalkan adalah kejelasan status, bukan cuma besarannya.
Kisaran uang saku magang di praktiknya
- Tanpa uang saku. Umum di magang wajib kampus, terutama di instansi pemerintah dan perusahaan yang mengandalkan konversi SKS.
- Rp300 ribu sampai Rp1 juta per bulan. Cukup untuk transport dan makan. Pola ini paling banyak di startup kecil dan perusahaan menengah.
- Rp1,5 juta sampai Rp3 juta per bulan. Umum di bank, perusahaan multinasional, perusahaan teknologi, dan sebagian BUMN, terutama untuk posisi analis, keuangan, dan rekayasa.
- Program magang bersertifikat pemerintah memberi uang saku bulanan dengan besaran yang ditetapkan per angkatan, plus konversi SKS.
Angka-angka ini bukan patokan resmi, hanya gambaran pasar. Yang resmi adalah hak atas uang saku pada skema pemagangan.
Hak lain yang sering dilupakan
- Surat keterangan magang yang memuat uraian pekerjaan dan periode magang. Ini yang paling berguna saat melamar kerja pertama. Cara memakainya di CV ada di tips membuat CV yang dilirik HRD.
- Jaminan kecelakaan kerja. Kalau kamu cedera saat menjalani pemagangan, biaya pengobatan tidak seharusnya jadi tanggunganmu.
- Jam kerja yang wajar. Peserta magang tidak diwajibkan lembur seperti pekerja tetap.
- Pembimbing yang jelas. Tanpa pembimbing, magang berubah jadi pekerjaan tanpa pelatihan, dan itu tidak sesuai tujuan pemagangan.
Yang perlu dicek sebelum tanda tangan
- Nama dokumennya: perjanjian pemagangan atau surat keterangan magang. Dua dokumen ini punya akibat hukum berbeda.
- Ada atau tidaknya pasal tentang uang saku, uang transport, dan jaminan sosial.
- Durasi dan jam kerja per minggu.
- Kewajiban setelah magang, misalnya ikatan kerja atau larangan bekerja di kompetitor.
- Siapa yang menanggung biaya transport dan akomodasi kalau lokasi magang di luar kota.
Kalau perusahaan tidak membayar sesuai perjanjian
Mulai dari jalur internal: tanyakan ke bagian SDM dengan menyebut pasal di perjanjian. Kalau tidak ada penyelesaian, kamu bisa mengadu ke Dinas Ketenagakerjaan setempat, karena pengawasan pemagangan ada di ranah mereka. Simpan perjanjian, bukti pembayaran, dan tangkapan layar komunikasi sejak hari pertama.
Untuk membandingkan angka, lihat juga gambaran gaji fresh graduate per kota dan posisi bergaji tinggi untuk lulusan SMK. Angka-angka itu berguna untuk menilai apakah uang saku magang yang kamu terima masih wajar.
Magang di perusahaan besar dan di startup
Perusahaan besar biasanya punya struktur program magang yang rapi: jadwal, pembimbing, uang saku yang jelas, dan surat keterangan di akhir periode. Startup sering lebih fleksibel, kadang memberi uang saku lebih kecil, tapi kamu bisa memegang pekerjaan nyata lebih cepat. Dua-duanya sah, asal kamu tahu apa yang mau kamu ambil: nama perusahaan di CV, atau pengalaman kerja yang bisa diceritakan panjang saat interview.
Kalau tidak dibayar, masih layak diambil?
Jawabannya bergantung pada tiga hal: ada atau tidaknya pembimbing, relevansi pekerjaan dengan arah kariermu, dan peluang dikonversi menjadi karyawan tetap. Kalau tiga hal itu tidak ada sementara jam kerjanya penuh, magang itu hanya menguntungkan satu pihak. Menolak tawaran seperti itu bukan sikap yang salah.