Soal TKP Anti Radikalisme: Cara Membaca Pilihan Jawaban yang Benar

Aspek anti radikalisme bukan soal hafalan istilah. Yang diuji sikapmu saat ajakan ekstrem muncul dari orang terdekat. Ini tiga contoh soal dan alasan di balik skornya.

Soal TKP Anti Radikalisme: Cara Membaca Pilihan Jawaban yang Benar

Aspek anti radikalisme sering dianggap paling mudah karena semua pelamar merasa sudah setuju pada Pancasila. Kenyataannya, soal di aspek ini dibuat sengaja rumit dengan menempatkan ajakan ekstrem pada orang yang tidak bisa kamu tolak mentah-mentah. Teman satu tim, kerabat, atau senior yang kamu hormati. Di situ bedanya pelamar yang paham dan yang sekadar tahu teorinya.

Yang dinilai bukan keberanian berdebat, tapi cara kamu menjaga jarak dari paham yang bertentangan dengan negara tanpa merusak hubungan sosial. Soal TKP selalu menilai arah tindakan, bukan pidato.

Apa yang sebenarnya diuji

Ada tiga hal yang berulang muncul di aspek ini. Pertama, kepekaan mengenali ajakan yang mengarah pada intoleransi atau kekerasan. Kedua, ketegasan sikap saat ajakan itu datang dari orang dekat. Ketiga, cara kamu melaporkan atau menyalurkan kekhawatiran lewat jalur yang benar.

Kalau tiga hal itu kamu pegang, jawaban skor 5 biasanya mudah dikenali. Pilihan itu berbentuk penolakan yang jelas terhadap isinya, tapi tetap sopan pada orangnya, dan biasanya ditutup dengan langkah lanjutan seperti melapor ke pihak berwenang atau mengajak diskusi dengan data.

Contoh soal pertama: ajakan diskusi tertutup

Situasi. Rekan kerjamu mengajak ikut grup diskusi tertutup yang isinya membahas bahwa kelompok tertentu tidak layak jadi bagian dari masyarakat. Materi di grup itu menyerang salah satu suku. Sikap kamu...

  • A. Bergabung dulu, nanti kalau tidak cocok baru keluar (skor 2)
  • B. Menolak ajakan, menjelaskan alasan penolakan secara terbuka, lalu menyarankan menjauhkan diri dari grup semacam itu (skor 5)
  • C. Diam saja karena takut dianggap tidak setia kawan (skor 1)
  • D. Menghapus pesan dan tidak membahasnya dengan siapa pun (skor 3)
  • E. Menyebarkan isi grup ke media sosial supaya ramai (skor 2)

Pilihan B dapat skor 5 karena lengkap. Ada penolakan, ada alasan, ada langkah menjauh. Pilihan C dan D sama-sama pasif, tapi C lebih buruk karena diam berarti membiarkan. Pilihan E kelihatan tegas, padahal menyebarkan ke medsos justru memperluas sebaran paham itu dan melanggar etika. Perhatikan bahwa opsi skor rendah di aspek ini hampir selalu berbentuk diam, ikut arus, atau menyerahkan pada orang lain.

Contoh soal kedua: ajakan lewat kegiatan keagamaan

Situasi. Kamu diminta menemani saudara mengikuti kajian yang ternyata di dalamnya diselipkan ajaran bahwa pemerintahan yang sah harus diganti dengan cara apapun. Sikap kamu...

  • A. Mengikuti sampai selesai lalu melupakan isinya (skor 1)
  • B. Mengajak saudara pulang, menjelaskan bagian yang bermasalah, dan melaporkan isi kajian ke pihak yang berwenang (skor 5)
  • C. Memarahi pengisi kajian di depan jamaah (skor 2)
  • D. Melarang saudara ikut lagi tanpa menjelaskan alasannya (skor 3)
  • E. Membahas kekhawatiran hanya di grup keluarga (skor 2)

Pilihan B menang karena memberi penjelasan dulu, lalu melapor. Melapor bukan bentuk pengaduan kosong, tapi cara mencegah paham itu menyebar dengan jalur yang legal. Pilihan C mungkin terasa heroik, tapi bukan cara yang tepat dan berpotensi memicu konflik fisik. Pilihan D tidak salah sepenuhnya, hanya kurang lengkap karena saudaramu tidak paham risikonya dan bisa ikut lagi diam-diam.

Jebakan yang bikin skor turun jadi 3

Jebakan paling sering adalah pilihan yang terasa "bijak" tapi kosong. Misalnya menuliskan bahwa kamu akan menyerahkan keputusan pada pimpinan unit tanpa melakukan langkah apa pun sendiri. Di aspek anti radikalisme, sikap menunggu dianggap bentuk kehati-hatian yang berlebihan karena ancamannya sedang berlangsung.

Jebakan kedua adalah memilih opsi yang mencampur aduk penolakan dengan pemaksaan pandangan. Memaksa orang lain meninggalkan keyakinannya dengan kekerasan atau ancaman juga di luar nilai Pancasila, jadi opsi seperti itu justru diturunkan skornya.

Jebakan ketiga, memilih opsi yang mengutamakan nama baik kelompok. Contohnya menutupi ajakan radikal supaya nama komunitas tidak tercoreng. TKP tidak menilai nama baik, tapi keselamatan bersama.

Cara cepat memilih saat waktu sempit

Baca situasinya, lalu cari opsi yang paling awal bergerak dan paling terang menolak isi ajakan. Opsi itu biasanya memiliki tiga unsur sekaligus, yaitu menolak, menjelaskan, dan melapor. Kalau ada dua opsi yang sama-sama bergerak, pilih yang tidak merusak orangnya. Kamu bisa menolak paham tanpa menghina penganutnya, dan justru itu yang dicari soal.

Sisihkan paling lama 40 detik untuk tiap soal aspek ini. Soalnya panjang, jangan membaca ulang dari awal. Tandai kata kunci di situasi seperti tidak layak, harus diganti, atau dengan cara apapun, karena dari situ kamu tahu ini soal anti radikalisme.