Soal TIU Deret Huruf: Trik Menjawab Cepat dan Contoh yang Sering Keluar

Deret huruf cuma versi lain dari deret angka. Kalau hurufnya diubah jadi angka, polanya langsung kelihatan. Ini lima pola yang paling sering keluar plus contoh soal.

Soal TIU Deret Huruf: Trik Menjawab Cepat dan Contoh yang Sering Keluar

Deret huruf terdengar seperti soal jebakan, padahal jenis soal ini cuma versi lain dari deret angka. Hurufnya ada 26, dan polanya sama seperti angka: selisih tetap, selisih bertingkat, atau dua deret yang saling sisip. Yang bikin orang gagal adalah keputusan awal. Mereka mencoba membaca huruf sebagai huruf, bukan sebagai angka.

Langkah pertama: ubah huruf jadi angka

Sebelum sesi TIU dimulai, tulis di kertas buram pemetaan A=1, B=2 sampai Z=26. Konversi ini yang membuat pola kelihatan. Contoh, deret A, C, F, J, O kalau dibaca sebagai angka langsung terbaca selisihnya 2, 3, 4, 5. Huruf berikutnya berarti O ditambah 6 langkah, yaitu U.

Kalau ragu dengan hitungan mundur, ingat dua hal ini: Z itu 26, dan untuk urutan mundur, selisih minus yang angkanya lebih dari 13 hampir selalu berarti kamu salah arah. Pola mundur jarang ditulis lebih jauh dari 6 langkah.

Lima pola yang paling sering keluar

  • Selisih tetap: C, F, I, L, dan berikutnya. Selisih 3, jawabannya O.
  • Selisih bertingkat: A, C, F, J, O, dan berikutnya. Selisih 2, 3, 4, 5, jawabannya U.
  • Selisih mundur bertingkat: Z, X, U, Q, L, dan berikutnya. Selisih minus 2, 3, 4, 5, jawabannya F.
  • Dua deret berselang: A, Z, B, Y, C, X, dan berikutnya. Satu deret berjalan maju dari A, satu deret bertolak dari Z. Jawabannya D.
  • Selisih bergantian: A, B, E, F, I, J, dan berikutnya. Polanya lompat 1 lalu 3, jawabannya M.

Ada satu varian tambahan yang muncul di soal terbaru: huruf yang digabung angka, misalnya A1, C3, F6, J10. Pecah saja jadi dua deret. Hurufnya melompat 2, 3, 4, sementara angkanya 1, 3, 6, 10 yang merupakan bilangan segitiga. Jawabannya O15.

Kenapa pola dua deret paling sering bikin salah

Separuh peserta gagal bukan karena tidak bisa berhitung, tapi karena memaksa satu aturan untuk semua huruf. Kalau selisih antar huruf berubah tanpa pola naik atau turun yang rapi, curigai ada dua deret yang disisipkan. Cara mengeceknya cepat: pisahkan huruf di posisi ganjil dan posisi genap, lalu periksa selisih di masing-masing kelompok. Kalau keduanya punya pola sendiri, berarti soal itu memang dua barisan yang berbeda.

Varian mundur juga layak dicoba sebagai latihan: Z, V, R, N. Selisihnya minus 4 di setiap langkah, jadi huruf berikutnya J.

Contoh soal lengkap dengan pembahasan

Soal 1. Tentukan huruf berikutnya: D, G, J, M, ...

Selisih antar huruf tetap 3. M adalah huruf ke-13, jadi berikutnya huruf ke-16, yaitu P.

Soal 2. Tentukan huruf berikutnya: A, D, C, F, E, H, ...

Ini dua deret yang disisipkan. Posisi ganjil berisi A, C, E dengan pola maju 2, berikutnya G. Posisi genap berisi D, F, H, juga maju 2. Karena barisan berhenti di H pada posisi keenam, jawaban yang diminta ada di posisi ketujuh, yaitu G.

Soal 3. Tentukan huruf yang tepat: B, D, ..., H, J, L

Seluruh barisan maju 2, jadi bagian yang kosong adalah F. Soal seperti ini cepat selesai kalau kamu langsung mengubah semua huruf ke angka dan menuliskan selisihnya di bawah barisan.

Trik waktu dan cara mengecek jawaban

Beri batas 30 sampai 40 detik per soal deret huruf. Kalau belum kelihatan setelah tiga kali baca, tandai dan lanjut. Soal berikutnya biasanya lebih mudah, dan kembali ke soal yang ditandai justru sering membuat polanya terlihat lebih jelas.

Cara mengecek yang paling cepat: lihat jarak jawabanmu ke huruf sebelum dan sesudahnya. Kalau jaraknya tidak konsisten dengan pola sebelumnya, berarti ada salah hitung. Jangan lupa huruf besar dan kecil dihitung sama, jadi satu pola tidak akan mencampur keduanya.

Kapan sebaiknya soal ini dilewati

Soal deret huruf bersifat semua atau tidak sama sekali. Kalau dalam 40 detik polanya belum ketemu, menebak di sini lebih berisiko dibanding soal lain yang lebih pasti. Tandai, lanjut, lalu kembali kalau waktu tersisa masih ada. Sering kali polanya baru kelihatan saat membaca ulang dengan kepala yang lebih tenang.

Latihan yang paling efektif bukan mengerjakan seratus soal sekaligus. Cukup sepuluh soal deret huruf setiap hari selama dua minggu, dikerjakan dengan batas waktu 40 detik per soal dan dicatat pola mana yang paling sering salah. Setelah polanya terbaca, kemampuan membaca selisih otomatis terbawa ke soal deret angka dan soal perbandingan kuantitatif. Untuk membagi waktu antar tipe soal, baca strategi mengerjakan TIU dalam 35 menit.