Soal TIU Perbandingan Kuantitatif dan Trik Hitung Cepat
Perbandingan kuantitatif menguji kecepatan memutuskan, bukan ketelitian berhitung panjang. Empat pola soal yang sering keluar dan cara menyelesaikannya di bawah satu menit.

Di soal perbandingan kuantitatif, kamu diberi dua kuantitas, P dan Q, lalu diminta memilih mana yang lebih besar atau apakah keduanya sama. Yang diuji bukan hasil akhir hitungannya, tapi kecepatanmu memutuskan.
Peserta yang menghitung penuh dua-duanya sering kehabisan waktu di bagian ini, padahal soalnya bisa selesai di bawah 40 detik. Dari 35 soal TIU, perbandingan kuantitatif biasanya muncul tiga sampai lima butir, sepaket dengan berhitung dan deret angka.
Empat pola yang paling sering keluar
Pola pertama, pecahan dibandingkan persen dari basis berbeda. Pola kedua, dua operasi dengan bentuk mirip tapi angka pembandingnya berubah. Pola ketiga, kuantitas yang berisi variabel. Pola keempat, satuan yang berbeda, misalnya satu kuantitas dalam jam dan satunya dalam menit.
Contoh 1: pecahan dari dua angka
P = 3/4 x 96, Q = 2/3 x 108. Mana yang lebih besar?
Cara cepatnya pecah jadi dua langkah: bagi dengan penyebut, lalu kalikan pembilangnya. 96 dibagi 4 menghasilkan 24, dikali 3 jadi 72. Lalu 108 dibagi 3 menghasilkan 36, dikali 2 jadi 72. Jawabannya P = Q.
Mengalikan 3/4 x 96 secara langsung juga bisa, tapi dua langkah kecil di atas lebih cepat dan lebih kecil risiko salah hitung saat kamu dikejar waktu.
Contoh 2: 30 persen lawan sepertiga
P = 30% dari 250, Q = 1/3 dari 216.
Persen paling gampang diubah ke pecahan. 30% sama dengan 3/10, jadi P = 75. Sepertiga dari 216 sama dengan 72. Jawabannya P > Q.
Yang bikin salah di tipe ini biasanya angka 30 dan 25 dibaca sebagai pembanding, padahal basis angkanya berbeda. Ubah dulu ke bentuk yang sama sebelum menilai.
Contoh 3: kenaikan persen bukan angka persen
P = 1,25 x 80, Q = 80 + 25.
Di sini P = 100, sementara Q = 105, jadi jawabannya P < Q. Jebakannya ada di angka 25: soal menuliskannya sebagai faktor pengali, bukan penambahan. Peserta yang buru-buru sering menganggap keduanya sama lalu memilih P = Q.
Contoh 4: variabel tanpa batasan tanda
P = x/3, Q = x/4, dengan x bilangan bulat.
Coba masukkan angka. Kalau x = 12, maka P = 4 dan Q = 3, jadi P > Q. Kalau x = -12, maka P = -4 dan Q = -3, sehingga P < Q. Karena hasilnya berubah mengikuti nilai x, jawabannya tidak dapat ditentukan.
Ini tipe soal yang paling banyak dijawab salah. Peserta terbiasa menganggap bilangan itu positif, padahal kalau soal tidak menyatakan x > 0, tandanya bisa apa saja. Kebiasaan yang aman: setiap kali melihat variabel, coba satu angka positif dan satu angka negatif sebelum memilih.
Urutan mengerjakan yang menghemat waktu
- Ubah semua bentuk ke pecahan biasa. Persen dan desimal lebih sulit dibandingkan secara cepat.
- Bandingkan tanpa menghitung hasil akhir. Samakan penyebutnya, atau pakai perkalian silang untuk dua pecahan.
- Untuk soal variabel, masukkan satu angka yang mudah, lalu ulangi dengan angka bertanda berlawanan.
- Kalau ada satuan berbeda, samakan dulu satuannya. Kesalahan ini sering lolos dari pemeriksaan cepat.
- Kalau setelah 45 detik belum ada arah penyelesaian, tandai dan lanjut. Satu soal TIU nilainya sama dengan soal lain yang mungkin selesai dalam 20 detik.
Latihan yang benar-benar menambah skor
Kerjakan 10 soal per hari tanpa kalkulator, lalu catat alasan setiap kesalahan: salah hitung, salah baca soal, atau salah memutuskan. Dari pengalaman peserta, kesalahan jenis ketiga yang paling sering muncul di perbandingan kuantitatif, dan itu jenis yang paling cepat diperbaiki karena tidak butuh kemampuan matematika tambahan, cuma butuh kebiasaan memeriksa ulang pertanyaan soalnya.
Contoh 5: satuan yang berbeda
P = 2,5 jam, Q = 150 menit.
Setengah jam sama dengan 30 menit, jadi 2,5 jam sama dengan 150 menit. Jawabannya P = Q. Terdengar sederhana, tapi soal seperti ini paling sering salah karena peserta langsung melihat angka 2,5 dan 150 lalu menyimpulkan yang satu jauh lebih besar.
Kalau satuannya berbeda dan salah satu bentuknya lebih mudah diubah, ubah yang itu. Jam ke menit, kilometer ke meter, kilogram ke gram. Samakan satuannya dulu, baru bandingkan angkanya.
Satu hal lagi, perhatikan apakah soal meminta perbandingan P dan Q atau hasil operasinya. Soal yang menyuruh menghitung nilai P + Q meski tampilannya mirip dengan perbandingan kuantitatif itu sebenarnya soal berhitung, dan cara mengerjakannya berbeda.
Pola subtes numerik lain ada di soal TIU deret angka, sementara subtes verbalnya dibahas di soal TIU silogisme dan soal TIU analogi. Strategi membagi waktunya ada di mengerjakan TIU dalam 35 menit.