Soal TIU Silogisme: Cara Menarik Kesimpulan yang Benar
Silogisme TIU bukan soal hafalan rumus. Yang paling sering bikin salah adalah menambah informasi yang tidak ada di premis. Ini cara memeriksanya cepat.

Silogisme menguji hal paling dasar dari penalaran: apakah kamu bisa menarik kesimpulan yang benar-benar mengikuti premis, bukan kesimpulan yang sekadar terdengar masuk akal.
Di SKD, soal seperti ini biasanya muncul lima sampai delapan butir dan sering digabung dengan soal analitis. Yang bikin peserta kehilangan poin bukan kemampuan berlogikanya, tapi kebiasaan menambah informasi yang tidak ada di premis.
Aturan dasarnya cuma tiga
Kesimpulan tidak boleh memuat istilah baru yang tidak ada di premis. Kata semua dan sebagian tidak bisa ditukar posisi. Dan kalau premis tidak memberi informasi yang cukup, jawaban yang benar bisa berupa kalimat tidak dapat ditarik kesimpulan.
Aturan ketiga ini yang paling sering dilupakan. Peserta cenderung merasa harus ada jawaban positif, padahal justru di situlah jebakannya.
Contoh 1: gabungan dua premis
Premis 1: Semua pegawai yang lulus seleksi administrasi wajib mengikuti SKD.
Premis 2: Beberapa peserta SKD berdomisili di luar provinsi.
Kesimpulan yang tepat adalah?
- A. Semua peserta SKD berdomisili di luar provinsi.
- B. Beberapa peserta yang berdomisili di luar provinsi wajib mengikuti SKD.
- C. Semua pegawai yang wajib mengikuti SKD berdomisili di luar provinsi.
- D. Tidak ada peserta SKD yang berdomisili di dalam provinsi.
- E. Tidak dapat ditarik kesimpulan.
Jawabannya B.
Semua peserta SKD adalah orang yang wajib ikut SKD, karena hanya pelamar yang lulus administrasi yang ikut SKD. Premis kedua bilang sebagian dari orang-orang itu tinggal di luar provinsi. Irisan kedua informasi itu menghasilkan kesimpulan B: arahnya boleh dibaca terbalik, tapi cakupannya tidak boleh diperlebar.
Opsi A dan D melebihkan kata sebagian menjadi semua. Opsi C juga melebihkan, dengan menambah kata semua pegawai yang wajib SKD. Opsi E adalah jebakan buat yang ragu: informasi di soal sebenarnya cukup untuk menarik satu kesimpulan.
Contoh 2: kesimpulan yang kelihatan benar tapi salah
Premis 1: Jika peserta tidak hadir SKD, maka dinyatakan gugur.
Premis 2: Rina dinyatakan gugur.
Kesimpulan yang tepat adalah tidak dapat ditarik kesimpulan.
Banyak peserta memilih Rina tidak hadir SKD, padahal itu tidak bisa dipastikan. Aturan di premis 1 hanya berlaku satu arah: tidak hadir menyebabkan gugur, tapi gugur belum tentu karena tidak hadir. Bisa juga karena melanggar aturan ujian atau sebab lain. Kesalahan membalik arah seperti ini paling sering muncul di soal silogisme, dan biasanya jadi satu-satunya butir yang dijawab salah oleh peserta yang sudah paham dua premis.
Contoh 3: rantai yang lurus
Premis 1: Semua ASN wajib menjaga netralitas.
Premis 2: Semua yang wajib menjaga netralitas dilarang berpihak pada peserta pemilu.
Kesimpulannya: semua ASN dilarang berpihak pada peserta pemilu.
Kesimpulan ini sah karena istilah yang sama, wajib menjaga netralitas, muncul di kedua premis lalu hilang di kesimpulan. Itu tanda silogisme yang benar. Kalau ada istilah baru muncul di kesimpulan, opsi itu biasanya bisa langsung dicoret.
Cara mengerjakan dalam 45 detik
Tulis premisnya dengan singkatan supaya tidak tertukar antara subjek dan predikat. Untuk soal yang memakai kata semua, gambar dua lingkaran: satu untuk kelompok besar, satu untuk kelompok kecil di dalamnya. Soal yang cuma pakai kata sebagian hampir selalu selesai lebih cepat dengan cara ini daripada dengan rumus.
Setelah itu periksa tiap opsi dengan tiga pertanyaan: istilahnya lengkap atau ada yang baru, cakupannya masih sesuai, dan arahnya tidak dibalik. Tiga pertanyaan ini memakan waktu sekitar sepuluh detik per opsi.
Kalau ada opsi semua benar atau semua salah, baca dua kali. Soal silogisme TIU hampir selalu punya satu jawaban tunggal, jadi opsi seperti itu biasanya umpan.
Kalau setelah 90 detik belum ketemu, tandai dan lanjut. Satu soal silogisme nilainya sama dengan satu soal deret angka yang mungkin selesai dalam 40 detik, jadi tidak ada gunanya bertahan terlalu lama.
Contoh soal subtes lain ada di pembahasan soal TIU CPNS, soal TIU analogi, dan soal TIU deret angka. Strategi membagi waktunya ada di mengerjakan TIU dalam 35 menit.