Gaji PNS Golongan IV 2026: Rincian per Masa Kerja

Rincian gaji pokok PNS golongan IV/a sampai IV/e sesuai PP 5 Tahun 2024, komponen yang ikut naik, dan alasan dua pegawai bergolongan sama bisa beda penerimaan.

Gaji PNS Golongan IV 2026: Rincian per Masa Kerja

Golongan IV hampir selalu dicari karena angkanya paling besar di tabel gaji. Yang perlu dipahami lebih dulu, golongan ini bukan golongan untuk pelamar baru. Lulusan S1 diangkat di III/a, lulusan D3 di II/c. Golongan IV dicapai setelah belasan tahun kerja, dan tidak semua PNS sampai ke sana.

Rincian gaji pokok golongan IV

Dasar angkanya PP 5 Tahun 2024, peraturan yang mengubah lampiran PP 7 Tahun 1977. Sampai ada peraturan baru, tabel ini yang dipakai.

  • IV/a, Pembina: Rp3.287.800 sampai Rp5.399.900
  • IV/b, Pembina Tingkat I: Rp3.426.900 sampai Rp5.628.300
  • IV/c, Pembina Utama Muda: Rp3.571.900 sampai Rp5.866.400
  • IV/d, Pembina Utama Madya: Rp3.723.000 sampai Rp6.114.500
  • IV/e, Pembina Utama: Rp3.880.400 sampai Rp6.373.200

Angka terendah berlaku untuk masa kerja golongan nol tahun, angka tertinggi di MKG 32 tahun. Satu golongan berisi 17 langkah gaji yang naik setiap dua tahun, jadi rentang itu adalah ujung awal dan ujung akhir tangga yang sama, bukan dua gaji untuk dua orang berbeda.

Seberapa lama sampai golongan IV

Jalur paling realistis adalah jabatan fungsional: guru, dosen, dokter, perawat, penyuluh, auditor, dan peneliti. Kenaikan pangkat di jalur ini berbasis angka kredit, dan kredit dari kegiatan yang relevan bisa dikumpulkan cukup cepat.

Untuk jabatan administratif umum, IV/a biasanya baru dicapai setelah masa kerja 16 sampai 20 tahun, dengan syarat nilai kinerja baik dan tidak ada hukuman disiplin. IV/b ke atas makin ketat karena butuh ujian dinas dan formasi yang tersedia. IV/d dan IV/e jumlahnya paling sedikit di tiap instansi, karena kenaikan pangkat tertinggi biasanya terbuka untuk pejabat struktural tertentu, guru besar, dan fungsional keahlian senior. Rincian mekanisme dan waktu tunggunya ada di kenaikan gaji berkala PNS.

Komponen yang ikut naik

  • Uang makan Rp41.000 per hari kerja, tarif tertinggi di antara semua golongan. Kalau dihitung penuh sebulan, akumulasinya sekitar Rp900 ribu.
  • Tunjangan kinerja untuk instansi pusat atau tambahan penghasilan pegawai untuk pemerintah daerah. Besarannya mengikuti kelas jabatan, bukan golongan.
  • Tunjangan jabatan fungsional untuk guru, dosen, dokter, dan jabatan keahlian lain.
  • Tunjangan keluarga, yaitu 10 persen dari gaji pokok untuk suami atau istri dan 2 persen per anak yang diakui. Syaratnya dibahas di tunjangan keluarga PNS.

Kenapa dua PNS golongan IV/a bisa beda jauh

Ambil contoh gaji pokok IV/a di MKG 0, yaitu Rp3.287.800. Seorang fungsional di instansi pusat dengan tunjangan kinerja kelas menengah bisa membawa pulang lebih dari Rp10 juta sebelum potongan. Rekannya yang bertugas di kabupaten dengan tambahan penghasilan sekitar Rp1 juta menerima jauh lebih sedikit. Selisihnya bukan dari golongan, tapi dari kebijakan instansi dan daerah. Penyebabnya dijelaskan di kenapa tunjangan kinerja berbeda antar instansi.

Dua potongan yang hampir pasti muncul di slip gaji adalah iuran pensiun 4,75 persen dan tabungan hari tua 3,25 persen dari gaji pokok. Selain itu ada iuran BPJS Kesehatan, dengan porsi 1 persen dari pegawai dan 4 persen dari pemerintah. Gaji pokok di slip tetap tertulis penuh, yang berkurang hanya nominal yang masuk rekening.

Jalur naik pangkat yang perlu disiapkan sejak awal

Perbedaan hasil akhir antara PNS yang berhenti di IV/a dan yang sampai IV/c tidak terletak pada masa kerja, tapi pada jenis jabatan yang dipegang. Jabatan fungsional keahlian punya tangga yang lebih panjang, dan angka kreditnya bisa dikumpulkan dari pekerjaan sehari-hari, misalnya karya tulis, penelitian, atau pengembangan sistem.

Kalau masuk lewat jabatan administratif umum, ruang naiknya lebih sempit karena formasi untuk IV/b dan IV/c terbatas. Sebagian pegawai memilih pindah ke jalur fungsional setelah beberapa tahun kerja supaya tangganya terbuka lagi. Keputusan itu biasanya diambil sebelum periode kenaikan pangkat dimulai, bukan setelah usulan ditolak.

Dua hal yang dinilai saat usulan kenaikan pangkat: hasil kinerja dua tahun terakhir dan kelengkapan berkas. Nilai kinerja di bawah baik, atau hukuman disiplin yang belum habis masa berlakunya, menunda usulan satu periode penuh. Artinya dua tahun, plus penyesuaian angka kredit yang harus diulang.

Yang bisa kamu kejar sekarang

Golongan IV bukan hal yang bisa dipilih saat mendaftar. Yang bisa kamu kontrol adalah pilihan formasi, instansi, dan jalur jabatan. Kalau targetmu golongan tinggi, formasi fungsional keahlian biasanya lebih cepat menaikkan jenjang dibanding jabatan administratif umum.

Untuk gambaran yang lebih dekat ke titik awal, baca gaji PNS golongan III karena di situlah sebagian besar lulusan S1 memulai. Kalau kamu mempertimbangkan jalur kontrak, bandingkan dulu gaji PPPK dan PNS sebelum memutuskan.